Image

Kisah Lubang di Kubah Masjid & Salat Berhadiah Umrah

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Kamis 29 September 2016, 14:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 09 29 337 1501739 kisah-lubang-di-kubah-masjid-salat-berhadiah-umrah-Ed7wyfSpYF.jpg Masjid Quba (Foto: Saifulloh/Okezone)

MADINAH - Masjid bercat putih dengan menara menjulang tinggi yang berdekatan dengan kebun kurma itu selalu menjadi rujukan para jamaah haji untuk dikunjungi.

Maklum, iming-iming pahala umrah menyertai. Cukup berwudlu dari tempat menginap, lalu salat sunnah dua rakaat di Masjid Quba yang terletak di sudut perempatan jalan tidak jauh dari jalan baru yang menghubungkan Madinah-Mekah-Jeddah, 5 Kilometer tanggara Madinah.

Berabad silam, Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian mendatangi masjid Quba dan salat di dalamnya, maka ia akan mendapatkan pahala umrah. (HR. Ibnu Majah).

Keutamaan Masjid Quba juga disinggung dalam Alquran, surat At Taubah ayat 108: “Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya.”

Kala Okezone bersama Media Center Haji (MCH) berziarah ke masjid ini, usai salat sunnah langsung disambut tulisan hadits Nabi SAW tentang keutamaan Masjid Quba dalam bentuk jumbo.

Tulisan tersebut terpampang jelas dalam bingkai kaligrafi berbentuk lingkaran bercat hijau di sisi atas mihrab. Di bagian atas dan bawahnya terdapat kaligrafi lain bertuliskan surah Al Ikhlas, basmalah, dan syahadat.

Tak ketinggalan, dinding atas sisi kanan dan kiri bagian saf depan masjid, juga dihias dengan kaligrafi. Di sisi kiri tertulis jelas untaian kalimat Muhammad Rasulullah dan permulaan surah Al Baqarah. Sementara, di sisi kanan atas terdapat kaligrafi surah Al Fatihah.

Kehadiran mimbar dari batu pualam putih di sisi kanan mihrab serta alas karpet warna merah semakin menambah manis interior masjid. Tak heran, para jamaah betah berlama-lama di dalam masjid.

Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 5.035 meter persegi ini memiliki 19 pintu dengan 3 pintu utama. Dua pintu diperuntukkan untuk jamaah laki-laki sedangkan satu pintu lainnya untuk perempuan. Di seberang ruang utama masjid, terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar mengajar.

Lampu-lampu hias berwarna kuning keemasan tampak anggun menggantung di langit-langit masjid. Keindahan masjid semakin lengkap dengan kehadiran kubah-kubah berukuran raksasa.

"Di kubah paling depan ada lubang kecil di atas. Kalau tidak diperhatikan tidak akan kelihatan," ujar Syamsul, salah seorang mukimin seraya menunjuk salah satu titik di kubah.

"Itu penanda tempat Rasul dulu menambatkan untanya saat baru tiba dari Makkah waktu hijrah. Kalau ditarik garis lurus ke bawah, di sini letak persisnya. Banyak orang yang ingin salat di sini," ulasnya.

Cerita ihwal unta memang tak bisa dilepaskan dari keberadaan Masjid Quba lantaran Rasulullah yang menunggang unta sebelum masuk Madinah sempat singgah di Quba untuk membangun masjid pertama di Madinah dan salat di sana.

Disebutkan, Rasulullah sendiri selama berada di Madinah hampir tiap hari Sabtu berkunjung ke masjid ini untuk melaksanakan salat sunnah. Kadang jalan kaki atau naik unta.

14 abad lebih telah berlalu dan kini masjid ini tak pernah sepi. Silih berganti para peziarah datang dan pergi, mengikuti sunnahnya dan mengharap Ridho-Nya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini