JAKARTA – Batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia. Berbagai harapan untuk kejayaan batik bermunculan pada Hari Batik Nasional yang diperingati tiap 2 Oktober. Salah satunya adalah soal sulitnya regenerasi.
Seorang pengrajin batik asal Boyolali, Jawa Tengah, Sri Rahayu (29) mengungkapkan, betapa sulitnya mengajak generasi muda untuk belajar membatik yang menjadi identitas Indonesia. Pemuda yang peduli dan mau belajar batik, menurutnya, sangat minim.
"Mereka banyak yang menolak, kurang tertarik karena merasa enggak penting untuk tahu berprofesi batik itu seperti apa," kata Rahayu saat ditemui Okezone di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2016).
Padahal, lanjut Rahayu, kepedulian generasi muda sangatlah penting untuk melestarikan dan menjaga budaya batik terutama dari klaim negara lain. Dia berharap di Hari Batik Nasional ini menjadi momentum untuk mengasah kepedulian kita terhadap batik Indonesia.
"Harapannya, semuanya kenal batik dan belajar tentang batik, tahu tentang batik agar tidak ada lagi klaim dari negara tetangga," kata Rahayu.
Rahayu ikut membuka stand membatik di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat untuk memperkenalkan batik sekaligus mengajarkan cara membatik bagi seluruh pengunjung pada Hari Batik Nasional.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.