ST LOUIS - Debat calon presiden Amerika Serikat (Capres AS) 2016 kedua diperkirakan akan semakin menyajikan argumen menarik dari kedua kandidat. Sebagaimana diketahui, sepekan terakhir isu yang berkembang di sekeliling Donald Trump dan Hillary Clinton bergulir bak bola panas.
Trump mendapat serangan soal ucapan tak senonohnya untuk perempuan 11 tahun lalu. Sementara masalah e-mail masih menghantui Hillary. Pekan lalu, Wikileaks kembali memublikasikan 2.000 e-mail yang berkaitan dengan Ketua Tim Kampanye Hillary, John Podesta. Isinya tak lain menyoal nuklir Iran.
Dalam posisi sama-sama terpojok, Trump melontarkan permintaan maaf. Sedangkan Hillary cenderung berdiam diri pascadebat capres pertama akhir September lalu. Namun begitu, mengungkit skandal lawan masih menjadi strategi andalan untuk menjatuhkan mental lawan dalam debat capres yang akan dihelat di Washington University, St Louis, negara bagian Missouri.
Jika debat capres pertama di Hofstra University, Hempstead, New York konsepnya adalah tanya jawab dan kandidat berdiri di balik podium. Pada debat capres kedua, kandidat akan duduk di tengah2 penonton dan baru berdiri ketika menyampaikan jawabannya.
Secara keseluruhan yang membedakan adalah konsep town hall (balai kota) yang melibatkan interaksi langsung antara capres dan calon pemilih. Dengan demikian, sebagian besar pertanyaan dalam debat capres datang dari para penonton hasil seleksi Organisasi Gallup.
Selain itu, debat capres AS kedua tahun ini akan menerapkan mekanisme baru, yakni mengajukan pertanyaan favorit dari publik yang dipilih lewat pemungutan suara di situs daring. Sedikitnya 30 pertanyaan terpilih akan dibacakan moderator dalam debat capres AS yang akan tayang pada Minggu 9 Oktober pukul 21.00 waktu setempat.
Berikut Okezone merangkum lima pertanyaan yang paling ingin ditanyakan publik AS berdasarkan hasil pemungutan suara terbanyak dalam situs daring Presidential Open Questions, Senin (10/10/2016).
1. Jaminan melindungi amandemen kedua di AS?
Amandemen kedua di Negeri Paman Sam bicara soal hak kepemilikan senjata bagi warga sipil untuk melindungi diri sendiri. Namun maraknya kasus penembakan di seluruh negeri dan seringnya kebebasan jual beli senjata itu dimanfaatkan oleh simpatisan teroris dan militan ekstremis, ada isu untuk merevisi konstitusi tersebut.
Lebih dari 157 ribu orang penasaran, manakah di antara Hillary dan Trump yang sanggup memberikan jaminan bahwa amandemen kedua akan tetap berlaku di AS? Menurut warganet yang mengajukan pertanyaan ini pada 27 September, tidak seharusnya pemerintah menyalahkan senjatanya. Manusia adalah pengguna yang seharusnya dipersalahkan jika salah menggunakannya.
2. Memeriksa latar belakang kriminal untuk semua penjualan senjata
“Anak saya dibunuh oleh seseorang yang seharusnya tidak pernah memiliki senjata. Kesenjangan dalam sistem kita saat ini membuat para penjahat dan teroris membeli senjata secara daring dan melalui pameran senjata. Tidak ada orang yang mempertanyakan keperluannya,” ujar Richard pada 28 September.
Ia berharap salah satu kandidat akan mampu memberikan rasa aman, mendukung pemeriksaan latar belakang pembeli senjata. Sehingga tidak ada residivis atau orang bermasalah lain yang melakukan kesalahan serupa. Pertanyaan yang diajukan pria asal California tersebut telah dijagokan oleh lebih dari 134 ribu orang.
3. Jaminan sosial
Isu pemotongan biaya jaminan sosial mengkhawatirkan warga AS. Mereka meyakini, hasil dari kebijakan tersebut jika jadi dicanangkan hanya akan menguntungkan segelintir orang, yakni para orang terkaya di AS.
Diunggah Ellen pada 28 September, pertanyaan ‘apakah Anda mendukung perluasan dan tidak akan memangkas manfaat sederhana dari jaminan sosial?’ telah mendapat suara hampir 47 ribu.
4. Perubahan iklim
Persoalan berikutnya yang paling sering ditanyakan adalah kebenaran perubahan iklim. “Sebagai presiden, langkah apa yang akan Anda ambil untuk menanggulangi bahaya perubahan iklim?” tanya Joseph dari Washington DC pada 27 September. Sekira 46 ribu warganet menunjukkan rasa penasaran yang sama.
5. Persatuan AS pascapemilu
Ken dari California melihat politik uang yang bermain dalam pemilihan presiden kali ini sangat besar. Persaingan antara capres juga telah memecah dukungan, sebagaimana para pakar menyebut baik Hillary dan Trump pada dasarnya adalah kandidat anomali. Dalam arti, sebagian besar publik AS sebenarnya tak menyukai kedua capres.
Ken pun jadi bertanya-tanya, dapatkah salah satu kandidat menjamin persatuan rakyat AS pascapemilu 8 November? Rasa penasaran yang sama ditunjukkan oleh lebih dari 44 ribu warganet.
Meski mendapat jumlah suara paling banyak, kelima pertanyaan di atas belum tentu akan ditanyakan dalam debat capres AS 2016 kedua antara Donald Trump dan Hillary Clinton. Moderator debat capres AS kedua, Martha Raddatz dan Anderson Cooper akan melempar pertanyaan kepada penonton di studio sehingga waktu lebihnya baru dipakai untuk mengambil pertanyaan dari internet. Belum lagi, daftar tersebut akan disesuaikan dengan isu yang hendak digulirkan dalam debat kali ini.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.