"Jangankan melihat akar masalahnya, menggunakan istilah 'radikal Islam' saja tidak," tukasnya.
Capres dari Partai Demokrat Hillary Clinton menyanggah pernyataan Trump dengan mencoba merangkul kaum Muslim di AS. Menurutnya, banyak muslim AS yang sukses, seperti Mohamad Ali.
"Visi saya soal Amerika adalah negara yang menjadi rumah banyak orang. Itu adalah Amerika yang akan diwariskan kepada anak cucu kita. Amerika butuh Muslim sebagai telinga dan mata kita, serta menjadi bagian dalam penjaga keamanan negara kita. Saya ingin negara dengan warga seperti Anda dan keluarga Anda merasa diterima," papar Hillary.
Sementara soal pengungsi Muslim Suriah, Hillary mengaku melihat sisi lain dari mereka.
"Saya memang tidak ingin mengambil risiko dengan mereka yang jahat, tetapi bagaimana dengan wanita dan anak-anak? Kita perlu melakukan hal ini untuk membantu mereka, tanpa hanya melihat label agama mereka," tandasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.