KARBALA – Irak dilaporkan menolak keterlibatan Turki dalam operasi penggempuran markas ISIS di Kota Mosul. Penolakan itu disampaikan oleh Perdana Menteri (PM) Irak, Haider al-Abadi.
“Pasukan Turki tidak akan diizinkan untuk berpartisipasi dalam pembebasan Mosul apa pun yang terjadi,” ujar Abadi ketika ia sedang mengunjungi Kota Karbala, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Senin (10/10/2016).
PM Irak itu juga mengutuk keras tindakan Turki yang dianggap telah melanggar kedaulatan Irak. Dilaporkan, pelanggaran itu sendiri dilakukan Turki dengan menurunkan 150 pasukannya di kamp latihan yang berada di luar Mosul.
Mosul sendiri disebut sebagai markas besar ISIS yang terakhir yang berada di Irak. Irak serta koalisi Amerika Serikat hingga saat ini terus melakukan persiapan untuk mengadakan operasi besar-besaran demi membebaskan kota itu dari tangan kelompok teroris tersebut.
Abadi menambahkan, jika tidak berhati-hati maka tindakan Turki dapat menyebabkan terjadinya kontak senjata antara militer Irak-Turki. Turki sendiri mengklaim mereka menurunkan tentaranya di wilayah Irak untuk melindungi para instruktur militer yang melatih para pejuang anti-ISIS. Bahkan parlemen Turki sepakat untuk memperpanjang mandat militernya di Irak serta Suriah.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.