Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penjual 'Es Moni' Divonis Penjara Lima Hari dan Denda Rp1,5 Juta

Agus Atha Suharto , Jurnalis-Jum'at, 21 Oktober 2016 |07:47 WIB
Penjual 'Es Moni' Divonis Penjara Lima Hari dan Denda Rp1,5 Juta
A
A
A

PATI - Gara-gara jualan 'es moni', Sri Munindah (44) warga Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Pati. Bahkan, ia dikenakan sanksi kurungan penjara lima hari atau denda Rp1,5 juta.

Diketahui, Sri adalah satu di antara penjual minuman keras oplosan yang dikenal masyarakat di Kecamatan Margoyoso dengan sebutan 'es moni'. Minuman tersebut terbuat dari bahan campuran arak, susu, suplemen, air putih, dan es batu.

Bahkan, minuman racikan Sri menjadi salah satu jenis miras yang paling populer di Margoyoso. Saking populernya, es moni tidak lagi dijual secara sembunyi-sembunyi, tetapi juga dijual di sejumlah warung secara terbuka.

Minuman haram ini, dibungkus dalam plastik bening dan dibandrol dengan harga Rp10 ribu. Satu bungkus 'es moni', berisi sekira 0,3 liter minuman oplosan dengan takaran perbandingan arak dan campuran sesuai kehendak penjual.

"Es moni merupakan miras oplosan yang populer dan banyak dikenal di Kecamatan Margoyoso. Minuman ini tidak lagi dijual secara sembunyi-sembuyi, tetapi sudah dijual secara terbuka di sejumlah warung," ungkap Kapolsek Margoyoso AKP Sugino, Jumat (21/10/2016).

Dikatakan Sugino, karena dijual bebas, jajaran Polsek Margoyoso akan terus memburu pelaku yang menjual minuman setan di wilayah hukumnya. Upaya tersebut, dilakukan untuk menekan merebaknya pekat miras yang menjadi penyebab tindak kejahatan di Kecamatan Margoyoso.

Sementara itu, Hakim Niken memutuskan, terdakwa Sri terbukti bersalah karena menjual, menyimpan, dan menyediakan miras tanpa dilengkapi surat izin. Terdakwa dikenakan hukuman kurungan lima hari atau denda Rp 1,5 juta.

Atas putusan tersebut, terdakwa memilih untuk membayar denda sebanyak Rp 1,5 juta. Sedang, ratusan botol miras dan sejumlah es moni yang menjadi barang bukti dirampas negara untuk kemudian dimusnahkan.

Sebelumnya, perempuan paruh baya tersebut tertangkap tangan di rumahnya oleh jajaran Polsek Margoyoso, karena memiliki 194 botol miras berbagai macam jenis dan merk. Selain itu, dari dalam rumah, petugas juga menemukan 42 botol arak, dan 47 bungkus miras oplosan atau es moni siap konsumsi. (sym)

(Fransiskus Dasa Saputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement