“Mereka mengambil keuntungan dari orang-orang itu dan mengeksploitasi mereka dalam bentuk yang buruk. Faktanya, mereka membuka praktik mucikari,” tambahnya.
National Centre for Missing and Exploited Children mengungkap, dalam lima tahun terakhir, angka perdagangan seksual anak di bawah umur melalui situs tersebut meningkat sebesar 800 persen.
Lembaga pemerhati pengungsi dan kepolisian setempat saat ini bekerja sama mengusut tuntas pemasangan iklan tersebut. Pihak ketiga yang berperan sebagai agen pemasaran dan berbasis di Toronto, Kanada, telah dihubungi dan berjanji akan menurunkan iklan tersebut dalam waktu dekat.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.