Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Walhi Terkait Kasus Karhutla

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Selasa 22 November 2016 22:40 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 22 340 1548606 walhi-keok-di-sidang-praperadilan-perusahaan-kasus-karhutla-YaPzPylS9b.jpg Hukum (Foto: Ilustrasi)
PEKANBARU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau menggugat putusan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) satu perusahaan terduga pembakar lahan yakni PT Sumatera Riang Lestari (SRL). Dalam putusan akhir, hakim menolak gugatan Walhi sebagai pihak pemohon.

Hal itu terungkap dalam sidang putusan hakim di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (22/11/2016). Dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polda Riau sebagai pihak Termohon karena sebagai pihak yang menerbitkan SP3.

"Berdasarkan pertimbangan, hakim menolak permohonan praperadilan pihak Pemohon," ucap hakim tunggal Sorta Ria Neva.

Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru juga membebankan biaya perkara kepada Walhi sebagai pihak Pemohon sebesar Rp5.000.

Dalam perkara ini, pihak Walhi menilai penghentian kasus PT SRL yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Hutan Tanaman Industri (HTI) tidak sesuai prosedur. Polda Riau seharusnnya bisa menerapkan sanksi terhadap korporasi penyuplai bahan baku ke perusahaan pulp dan kertas PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dengan pasal kelalaian.

Namun, pendapat hakim berbeda, bahwa penerbitan SP3 oleh Polda Riau sudah sesuai dengan aturan dan memenuhi asas perlindungan dan pengelolaan lingkungan. "Perkara ini sudah berjalan sesuai aturan. Termohon juga mengeluarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke jaksa. Jadi dalam hal ini jaksa penuntut juga memantaunya," imbuhnya.

Kalahnya gugatan praperadilan terhadap perusahaan di Pengadilan Negeri Pekanbaru merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, seorang warga bernama Ferry yang melakukan gugatan 15 perusahaan pembakar hutan Riau termasuk PT SRL kalah. Gugatan praperadilan juga ditolak hakim, Sorta.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini