PATI - Jumlah korban penumpang KM Mulya Sejati yang mengalami tabrakan di Perairan Tuban masih simpang siur. Semula, data yang beredar mengatakan, kapal tersebut mengangkut 27 Anak Buah Kapal (ABK), termasuk Purwono sebagai nahkoda.
Namun, berdasar data manifes yang didaftarkan ke Kantor Kesyahbandaran Kelas III Juwana, ternyata jumlahnya mencapai 40 orang.
Menurut Kepala Kantor Kesyahbandaran Kelas III Juwana, Edi Sukisno, mengacu data yang baru dikeluarkan kantor Syahbandar Kelas III Juwana dengan Dinas Kelautan Perikanan Pati,, maka jumlah korban KM Mulya Sejati dipastikan bisa lebih banyak lagi.
Edy menjelaskan, Kapal MV Tayson IV dengan 22 ABK membawa muatan tapioka asal Thailand dan akan bongkar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sedangkan KM Mulya Sejati dari Juwana, mengangkut 27 ABK sedang lego jangkar. Pada saat musibah terjadi, diduga para ABK sedang tertidur.
"Kami mempunyai manifes nama penumpang KM Mulya Sejati. Data tersebut diajukan pengurus kapal. Kami segera memanggil pengurus KM Mulya Sejati untuk klarifikasi perbedaan penumpang yang tertulis di manifes dengan berita yang tersiar," ungkap Edi, seperti dikutip dari KRjogja, Selasa (22/11/2016).
Edi menambahkan, keluarga korban akan menerima santunan dari Jasa Raharja namun yang terdaftar di manifes. Hingga Senin 21 November 2016 petang, 12 korban masih dalam proses pencarian, sebanyak 6 diantaranya adalah warga Pati, termasuk nahkoda kapal Purwono.
Tiga korban yang ditemukan namun dalam keadaan tidak bernyawa adalah Budi Kurniawan dan Marto alias Andre dan Warno.
(Fransiskus Dasa Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.