Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Turki Kembali Pecat 15 Ribu PNS dan Pejabat Militer Pascakudeta Gagal

Turki Kembali Pecat 15 Ribu PNS dan Pejabat Militer Pascakudeta Gagal
Rakyat Turki membentangkan bendera nasional pascaupaya kudeta yang gagal Juli lalu. (Foto: Reuters)
A
A
A

ANKARA - Otoritas Turki memecat lebih dari 15 ribu pegawai negeri sipil (PNS), pejabat militer, polisi dan pejabat sektor lain menyusul penyelidikan atas upaya kudeta Juli lalu. Turki juga menutup lebih dari 500 lembaga dan sejumlah media pada Selasa 22 November.

Sejak kudeta militer yang gagal, Turki sudah memecat dan menangguhkan lebih dari 110 ribu pegawai di sektor militer, kantor pemerintah, peradilan dan sektor lainnya. Sebanyak 36 ribu orang yang telah dipenjara sedang menunggu sidang atas tuduhan terlibat maupun mendukung kudeta.

Ankara telah menyalahkan ulama yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat (AS), Fethullah Gulen dan pendukungnya atas tuduhan mendalangi upaya kudeta. Imbas dari percobaan kudeta itu telah menewaskan lebih dari 240 orang.

Gulen, yang telah tinggal di Pennsylvania sejak 1999, telah membantah terlibat dan mengutuk upaya kudeta di Turki.

Selain menargetkan para pengukut Gulen, pemerintah Turki juga menindak para politisi dan institusi yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Kelompok Kurdi Turki ini dituduh telah melakukan pemberontakan selama 32 tahun di wilayah tenggara Turki.

Dalam sebuah dekrit yang dikutip Reuters, Turki mengumumkan penutupan sekira 550 lembaga, 18 badan amal, dan sembilan media. Turki sebelumnya telah menutup lebih dari 130 media sejak Juli lalu.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement