YOGYAKARTA - Ribuan orang tumpah ruah di sekitar Malioboro dan sekitarnya saat memperingati tahun baru. Hal ini membawa asa bagi pengayuh becak tradisional, meskipun harus bersaing dengan moda transportasi lainnya, seperti becak motor (bentor).
Salah satu pengemudi becak tradisional Tumijan (60), warga jalan wates, Yogyakarta bersyukur karena malam tahun baru membawa berkah bagi dirinya. Meski dengan usia tak lagi muda, Tumijan tak gentar bersaing untuk mendapatkan penumpang dengan pengayuh becak lainnya.
"Hari ini lumayan, sejak sore Malioboro sudah ditutup jadi banyak yang menggunakan becak," katanya saat ditemui di depan kantor Bank Indonesia Yogyakarta, Minggu (1/1/2017).
Menurut Tumijan, ada kenaikan jumlah penumpang sekira 50 persen dibandingkan hari biasa. Kakek yang memiliki tiga orang cucu ini pun tak menaikkan tarif becaknya secara signifikan. "Tergolong biasa, tidak banyak naiknya," ujarnya.
Sebagai pengayuh becak sejak tahun 1979, dirinya sudah khatam seluk-beluk kota Yogyakarta. Menurutnya, jumlah warga yang merayakan tahun baru di Malioboro memang tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. "Dulu sekitar 2 tahun lalu, di sini (depan BI) sudah tidak bergerak, sekarang masih agak longgar," akunya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.