Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita dari Pesantren Al-Mawardi, Anak TKI hingga Kemampuan Dua Bahasa

Syaiful Islam , Jurnalis-Senin, 09 Januari 2017 |15:22 WIB
Cerita dari Pesantren Al-Mawardi, Anak TKI hingga Kemampuan Dua Bahasa
Foto: Zen Arivin/Okezone
A
A
A

”Melihat background orang tuanya yang menjadi TKI, maka tidak menutup kemungkinan anaknya juga menjadi TKI. Sehingga untuk menjawab tantangan itu, kami menerapkan dua bahasa. Agar nanti mereka tidak menjadi kuli seperti orang tuanya,” imbuh Alumnus STAI Al-Khairat Pamekasan itu.

Untuk bisa menjalankan program tersebut, para siswa harus berbicara menggunakan bahasa inggris dan bahasa arab bersama teman-temannya di bawah pengawasan pengurus pondok. Mereka juga mendapatkan tambahan pelajaran bahasa inggris tiap pagi dan malam hari. Bahkan sebelum tidur mereka diminta menghafal beberapa kosa kata.

”Keesokannya mereka harus menyetor hafalan kosa kata kepada pengurus, termasuk mempraktekkan kosa kata yang dihafal sehabis sholat subuh dengan cara speaking bersama temannya,” tambahnya.

Selain pelajaran bahasa inggris, mereka juga dibekali dengan mata pelajaran agama dengan kajian kitab setelah sholat lima waktu. Keseimbangan antara ilmu agama dan pengetahuan umum untuk membekali santri agar mereka mampu menghadapi tantangan zaman di masa yang akan datang. (ris)

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement