Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Duh! Jembatan Rusak, Pelajar Terjang Sungai untuk Bersekolah

Agregasi Kabar Cirebon , Jurnalis-Selasa, 31 Januari 2017 |09:37 WIB
Duh! Jembatan Rusak, Pelajar Terjang Sungai untuk Bersekolah
Murid SD setempat diantar orangtuanya untuk menyeberangi sungai agar bisa bersekolah (Foto: Kabar Cirebon)
A
A
A

MAJALENGKA - Sejumlah pelajar SDN Nunuk dan SMP Islam Nunuk terpaksa harus menyeberangi Sungai Cisuluheun selebar 50 meter saat pergi dan pulang sekolah karena jembatan penyeberangan putus sejak, Minggu 29 Januari 2017. Seluruh pelajar yang menyeberangi Sungai Cisuluheun adalah warga yang tinggal di Blok Citayeum dan Blok Cirelek, Kabupaten Majalengka.

Yang paling dikhawatirkan adalah murid SD kelas I, karena belum mampu menyeberangi sungai. Pasalnya kedalaman air sungai pada saat-saat tertentu bisa sepinggang orang dewasa. Biasanya para pelajar tersebut diantar orangtuanya atau warga yang kebetulan berada di pinggir sungai.

Ironisnya, saat hujan deras datang, air sungai biasanya meluap dan sungai tidak bisa diseberangi, para pelajar. Terpaksa, para pelajar pun meliburkan diri. Aliran sungai deras dan sangat berisiko jika memaksa untuk menyeberang saat air meluap.

Jaja Sujai, kepala SMP Islam Nunuk menyebutkan, belakangan hujan deras terus mengguyur wilayah Desa Nunuk, sehingga air sungai terus meluap. Meski demikian, selama bisa diseberangi maka anak tetap bisa sekolah.

“Setiap pagi dan siang ada warga yang berusaha menyeberangkan anak-anak sekolah. Kecuali bila air sungai mulai surut, anak-anak bisa menyeberang sendiri,” kata Jaja seperti mengutip Kabar Cirebon, Selasa (31/1/2017).

Tita dan Ina murid SD setempat mengaku, setiap pagi diantar orangtuanya saat menyeberang sungai. Setelah itu, mereka berjalan kaki menuju sekolah. Sementara saat pulang sekolah, mereka berkumpul di pinggir sungai untuk bersama-sama menyeberangi sungai.

Jaja berharap jembatan yang ada di wilayahnya segera diperbaiki agar semua murid sekolah bisa melintasi jembatan saat berangkat dan pulang sekolah. Dengan demikian, mereka bisa aman dan nyaman saat berangkat dan pulang sekolah. Di samping itu guru-guru juga bisa tenang ketika murid pulang sekolah karena tidak dihantui rasa was-was dan khawatir dengan murid-muridnya.

“Jembatan yang rusak habis tergerus air. Bahkan sejumlah tiang listrik juga rusak. Selain itu, hampir seminggu ini di Nunuk mati lampu,” tutur Jaja.

(Ranto Rajagukguk)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement