Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tak Ambil Pusing Soal Kampanye Hitam, Anies-Sandi Juga Enggan Lapor Polisi

Lina Fitria , Jurnalis-Selasa, 04 April 2017 |13:06 WIB
Tak Ambil Pusing Soal Kampanye Hitam, Anies-Sandi Juga Enggan Lapor Polisi
Spanduk kampanye hitam bergambar Anies-Sandi dengan para Ulama (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Gempuran kampanye hitam yang dialami Anies Rasyid Baswedan dengan Sandiaga Salahuddin Uno jelang waktu pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta (semakin kencang.

Meski kegiatan terlarang tersebut sempat dikomentari Anies sebagai kondisi krisis kepercayaan dari pihak yang melakukan kampanye hitam. Pasangan calon nomor urut tiga ini juga tidak akan melakukan proses hukum dalam menghadapi kampanye hitam yang semestinya merugikan kedua pasangan ini.

Tim kuasa hukum pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 Anies Rasyid Baswedan- Sandiaga Salahudin Uno, Yupen Hadi menegaskan tidak akan melaporkan hal ini ke pihak berwajib.

"Yang penting kita kan sudah melaporkan ke Bawaslu dan sudah diturunin juga spanduk-spanduknya," ucapnya saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Menurutnya, kampanye hitam ini terjadi bukan pertama kali menimpa paslon nomor urut 3 dengan slogan 'Maju Kotanya Bahagia Warganya' itu. Yupe menegaskan belum ada rencana untuk membuat laporan ke pihak berwajib.

"(Buat laporan ke polisi) enggak si, itu dianggap biasa saja. Ini bukan yang pertama kali," ungkapnya.

Kata dia, Anies-Sandi tidak mau menanggapi serius isu seperti itu karena akan mengurangi sinergi mereka pada kampanye putaran kedua.

"Mas Anies-Sandi enggak mau menanggapai serius-serius lah," pungkasnya.

(Mufrod)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement