Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 28 Juni 2026 |01:05 WIB
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan Iran saling melancarkan serangan untuk pertama kalinya sejak menyepakati perjanjian perdamaian sementara pada 17 Juni. Konflik terbaru ini pecah di saat kedua pihak saling menuduh melanggar ketentuan perjanjian perdamaian tersebut.

Memorandum of Understanding (MOU) yang ditandatangani Iran dan AS pada 17 Juni membuka jalan bagi dimulainya kembali lalu lintas komersial secara bertahap melalui Selat Hormuz setelah berbulan-bulan terganggu akibat serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Eskalasi baru antara Washington dan Teheran ini terjadi setelah serangan pada Kamis (25/6/2026) terhadap kapal kontainer berbendera Singapura, Ever Lovely, yang melintasi jalur air utama di luar rute yang disetujui oleh Iran.

Presiden AS Donald Trump menyalahkan serangan itu kepada Iran, dengan mengatakan pada Jumat (26/6/2026) bahwa Iran menembakkan empat drone ke kapal tersebut, dan tiga di antaranya dicegat oleh pasukan Amerika.

Teheran tidak berkomentar, tetapi beberapa jam sebelum kejadian itu, Otoritas Selat Teluk Persia yang baru dibentuk Iran memperingatkan bahwa mereka tidak dapat menjamin keselamatan kapal yang berangkat dari jalur yang ditentukan di dekat garis pantai Iran.

Target Apa Saja yang Diserang Washington dan Teheran?

Dilansir RT pada Jumat, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa pesawat tempur Amerika menyerang lokasi rudal, fasilitas penyimpanan drone, dan instalasi radar di Iran sebagai tanggapan atas serangan terhadap kapal berbendera Singapura di Selat Hormuz pada hari sebelumnya.

Media Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar di Pulau Sirik, di provinsi selatan Hormozgan.

Beberapa jam kemudian, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah menyerang "lokasi penempatan militer teroris AS di wilayah tersebut" sebagai balasan atas serangan terhadap wilayah pesisir negara itu.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement