KEBUMEN - Tanggul saluran irigasi Waduk Wadaslintang di RT 05/RW 03 Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah jebol sekira pukul 07.00 WIB, Senin 17 April 2017. Akibat derasnya aliran air disertai material lumpur dan batu mengakibatkan empat rumah hancur atau rusak berat, tiga rumah rusak ringan, dan sejumlah rumah tergenang banjir lumpur.
Banjir bandang yang tidak diduga sebelumnya itu juga menghanyutkan barang-barang berharga, surat-surat penting, perabot rumah tangga, sepeda motor, serta seluruh pakaian para korban banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Bupati Kebumen HM Yahya Fuad di lokasi bencana memastikan, Pemkab Kebumen akan membantu korban banjir. Untuk rumah rusak berat dibantu Rp20 juta. Demikian pula dengan logistik dan kebutuhan lain juga akan dicukupi. Bupati juga meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak secepatnya memperbaiki tanggul yang jebol. "Kalau tidak secepatnya diperbaiki, bisa mengancam musim tanam kedua," tegasnya.
Di lokasi tanggul jebol, Staf PPK Irigasi dan Rawa I BBWS Serayu Opak, Purnawan mengaku siap melakukan perbaikan dengan membuat tanggul darurat dalam waktu satu minggu ke depan. Jebolnya tanggul diperkirakan akibat adanya retakan pada sambungan antarbeton pada lining dasar tanggul yang sulit terdeteksi secara kasat mata.
Lokasi tanggul saluran irigasi Waduk Wadaslintang yang jebol berada sekitar 15 meter di atas permukiman warga. Panjang tanggul yang jebol sekitar 10 meter. Tidak mengherankan begitu tanggul jebol, air bercampur material lumpur dan batu langsung mengalir sangat deras menerjang rumah-rumah yang berada di bawah tanggul. Warga pun tidak sempat mengamankan barang-barang berharganya.
"Kejadiannya sangat cepat. Begitu terdengar suara gemuruh, tidak sampai satu menit, air bercampur lumpur dan batu menerjang rumah. Alirannya sangat deras, dan tinggi air di dalam rumah sampai seleher orang dewasa, hingga saya dan suami terseret arus bersama barang-barang yang hanyut," ungkap Painem (55), salah satu korban yang berhasil diselamatkan warga.
Tidak ada satu pun barang milik Painem yang selamat. Semuanya hanyut diterjang banjir. Di dalam rumah Painem yang nyaris roboh, teronggok sampah kayu, batu, dan lumpur.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.