Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menlu AS: 'Saatnya Ambil Alih Kendali Atas Korut'

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Sabtu, 29 April 2017 |00:16 WIB
Menlu AS: 'Saatnya Ambil Alih Kendali Atas Korut'
Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson. (Foto: Reuters)
A
A
A

WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Rex Tillerson baru saja menggelar pertemuan dengan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Dalam pertemuan tersebut Tillerson membahas sikap AS terkait Korea Utara (Korut).

Di hadapan Dewan Keamanan PBB, Tillerson menyatakan, negaranya tak akan segan-segan melakukan tindakan kepada Korut. Sebagaimana dinukil Russian Today, Sabtu (28/4/2017), Tillerson mengancam akan memberikan sanksi tambahan dan menghentikan atau menangguhkan pertemuan diplomatik jika Korut tak kunjung berhenti mengembangkan program senjata nuklirnya.

Tillerson menyebut, selama bertahun-tahun Korut telah mendikte situasi dengan terus mengajukan persyaratan sulit untuk mencapai perdamaian.

"Korut terus melakukan tindakan berbahaya dan sudah saatnya kita merebut kembali kendali situasi," ujar Tillerson.

Ia menambahkan sudah terlalu lama masyarakat internasional bersikap lunak terhadap Korut. Tillerson menegaskan, pembicaraan bisa dilakukan ketika Korut telah melakukan 'langkah konkret' terhadap kebijakan nuklirnya. Ia tetap pada pendiriannya bahwa tindakan militer masih termasuk dalam daftar langkah yang akan dipilih AS jika itu diperlukan.

Tillerson menganggap Korut telah menghabiskan dana dalam jumlah besar hanya untuk memenuhi ambisi nuklir. Sementara rakyat dari diktator muda Kim Jong-un dibiarkan kelaparan. Bahkan tujuan dari pengembangan nuklir Korut selama dua dekade ini masih sulit dipahami. (rav)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement