Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dari Aa Gym hingga Din Syamsudin Akan Kawal Aksi 505

Dari Aa Gym hingga Din Syamsudin Akan Kawal Aksi 505
A
A
A

JAKARTA - Aksi bela Islam 505 kembali akan didukung para tokoh ulama. Pasalnya, mereka masih satu barisan mengawal perkara dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Kami selalu konsolidasi dan komunikasi tapi memang tak semua kelihatan dengan wartawan karena beberapa di antara kami sibuk," kata Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Ustaz Bachtiar Nasir di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (2/5/2017).

(Baca juga: GNPF Klaim Aksi 505 Didukung Para Ulama)

Para ulama yang mendukung, kata Bachtiar, seperti mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Habib Rizieq Shihab, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththat, dan para tokoh lainnya.

"Pak Din Syamsudin barusan WA (WhatsApp) siap mendukung bahkan Allah hu akbar dia siap mendukung semoga jadi jihad kita bersama," kata Bachtiar.

(Baca juga: Ketua GNPF: Aksi 505 Akan Lebih Kuat dan Solid).

 Selain itu, sambung Bachtiar, beberapa ulama kondang lainnya juga memberikan dukungan aksi yang akan dilakukan pada 5 Mei. "Aa Gym dukungannya juga jelas, Arifin Ilham juga jelas dan konsolidatornya ini Pak Zaitun Rasmin," ungkapnya.

Menurut UBN sapaan akrab Bachtiar, dalam aksi yang disebut 505 itu meminta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai terdakwa kasus penistaan agama dihukum seberat-beratnya. Hukuman tersebut merujuk Pasal 156 a KUHP.

Aksi GNPF nantinya akan solid, bahkan ia mengestimasi 3,5 juta orang akan turut terlibat dalam aksi simpatik 505. "Ulama kompak, semua yang kemarin turun di 212 insya Allah masih kompak semua," tutup Bachtiar.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement