DARI nama yang relatif jarang terdengar, hanya dalam tempo sekira satu tahun Emmanuel Macron muncul menjadi presiden terpilih Prancis. Kemenangannya atas kandidat ekstrem kanan, Marine Le Pen dalam pemilihan presiden (Pilpres) Prancis pada 7 Mei 2017 memberi tantangan baru bagi pria berusia 39 tahun itu.
Emmanuel Macron lahir pada 21 Desember 1977 di Amiens, kota di utara Prancis dari pasangan Jean-Michel Macron dan Francoise. Macron muda dikenal sebagai sosok cerdas yang sering kali membuat para seniornya terkesan.
Setelah lulus dari sekolah elite École nationale d'administration (ENA), atau Sekolah Nasional Administrasi pada 2004, Macron bekerja sebagai pemeriksa keuangan di Kementerian Ekonomi Prancis dengan kontrak pemerintah. Pada 2008, dia meninggalkan posisi itu untuk bergabung dengan bank Rothschild & Cie sebagai bankir investasi.
Sementara, kariernya di dunia politik dimulai saat bergabung dengan Partai Sosialis pada 2006 sebelum keluar tiga tahun kemudian dan menjadi politikus independen.
Jabatan pemerintahan pertamanya datang pada 2012 sebagai staf pribadi Presiden Francois Hollande dan kemudian ditunjuk menjadi Menteri Perekonomian, Industri dan Urusan Digital di bawah pemerintahan Perdana Menteri (PM) Manuel Valls.
Pada April 2016, Macron mendirikan En Marche!, sebuah gerakan dan partai politik independen beraliran sosialis-liberalis di kota kelahirannya, Amiens. Empat bulan kemudian, dia mengumumkan pengunduran dirinya dari pemerintahan dan mendeklarasikan diri sebagai calon presiden (capres) pada 16 November 2016.
Hanya dengan persiapan kurang dari setahun sebelum maju dalam Pilpres Prancis, Macron terbukti mampu mendulang dukungan yang cukup untuk melaju dalam pemungutan suara putaran pertama, mengalahkan nama-nama yang lebih dikenal seperti Francois Fillon dan Jean-Luc Melenchon. Menghadapi Marine Le Pen di putaran kedua, Macron menjadi favorit dan menang dengan selisih suara cukup telak, sekira 66 persen berbanding 34 persen.
Dengan kemenangan tersebut, Macron akan menjadi presiden baru Prancis menggantikan mentornya, Francois Hollande setelah dikukuhkan pada 14 Mei mendatang. Dia tercatat sebagai presiden dalam sejarah termuda Prancis mematahkan catatan Jenderal Besar Prancis Napoleon Bonaparte.

Karier menanjaknya dalam dunia pemerintahan mengikuti kesuksesannya sebelumnya sebagai seorang bankir. Macron diketahui mengumpulkan kekayaan yang cukup besar saat bekerja di dunia perbankan ditambah dari bisnis kue yang dijalankan istrinya, Brigitte Trogneux.
Pasangan yang berselisih usia 25 tahun itu menikah pada 2007 setelah Brigitte bercerai dari suami sebelumnya. Keduanya bertemu pertama kali saat Macron berusia 15 tahun. Saat itu Brigitte menjadi guru Macron di Sekolah Menengah Atas La Provicende di Amiens.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.