Pada 4 Agustus 1961, presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat (AS), Barack Hussein Obama lahir di Honolulu, Hawaii dari pasangan Ann Dunham dan Barack Obama Sr.
Dunham adalah perempuan AS kelahiran Wichita, Kansas, sedangkan Obama Sr. adalah seorang mahasiswa asal Kenya yang sedang menempuh pendidikan di Hawaii. Keduanya menikah pada Februari 1961 dan Barack lahir enam bulan kemudian.
Sayangnya, pernikahan keduanya tidak bertahan lama. Sejak Barack masih bayi, ayahnya pindah ke Massachusetts untuk menjalani pendidikan pascasarjana di Universitas Harvard. Obama Sr. dan Ann Dunham terpaksa berpisah dan akhirnya bercerai pada 1964.
Pada 1965, ibu Barack menikah lagi dengan Lolo Soetoro, seorang mahasiswa Universitas Hawaii dari Indonesia. Setahun kemudian keluarga baru Ann pindah ke Jakarta di mana Barack mendapatkan seorang adik, Maya Soetoro-ng pada 1970.
Beberapa kejadian di Jakarta membuat Ann khawatir akan keselamatan putranya dan mengirim Barack yang saat itu berusia 10 tahun pulang ke Hawaii untuk tinggal bersama kakek neneknya. Beberapa waktu kemudian, Ann dan Maya pun turut menyusul ke Hawaii.
Setelah lulus dari Punahou School di Honolulu pada 1979, Barack pindah ke Los Angeles dan melanjutkan pendidikannya ke Occidental College selama dua tahun. Dia kemudian pindah ke Columbia University di New York dan lulus pada 1983 dengan gelar di bidang ilmu politik.
Selepas kuliah di Columbia, Barack sempat dua tahun bekerja di sektor bisnis sampai akhirnya pindah lagi ke Chicago pada 1985. Di sana, dia bekerja di daerah selatan kota yang miskin sebagai pengurus komunitas bagi penduduk berpenghasilan rendah di komunitas Roseland dan Altgeld Gardens.
Tiga tahun kemudian, pada 1988, Barack masuk ke Sekolah Hukum Harvard di mana dia bertemu dengan seorang pengacara muda yang kemudian menjadi kekasihnya, Michelle Robinson. Keduanya menikah pada 1992, setahun setelah Barack lulus dari Sekolah Hukum Harvard dengan predikat Magna Cum Laude. Mereka dikaruniai dua orang putri, Malia yang lahir pada 1998 dan Sasha yang lahir pada 2001.
Pekerjaannya di bidang hukum membantu Barack memenangi kursi di Senat Negara Bagian Illinois pada 1996. Setelah sempat gagal mendapatkan posisi dalam kursi Parlemen AS pada 2000, Barack mencalonkan diri ke posisi Senat AS pada 2004, dan kali ini usahanya berakhir sukses.
Kiprahnya di Senat AS mendorong Barack mencalonkan diri dalam pemilihan presiden AS 2008. Setelah bersaing ketat dengan mantan ibu negara AS, Hillary Clinton, pada Juni 2008, Barack berhasil menjadi kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat dan akhirnya menjadi Presiden ke-44 sekaligus presiden kulit hitam pertama AS setelah mengalahkan John McCain dalam pemilihan presiden pada November tahun di tahun yang sama.
Barack kembali terpilih untuk masa jabatannya yang kedua setelah mengungguli kandidat Parta Republik, Mitt Romney pada pemilihan presiden 2012. Dan setelah sepuluh tahun menjabat, Barack akhirnya menyelesaikan masa baktinya pada 20 Januari 2017 dan digantikan oleh Presiden ke-45 AS, Donald Trump.
(Rufki Ade Vinanda)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.