Ya Ampun! Banjir Terburuk di Asia Selatan Bunuh Lebih dari 1.200 Orang

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Jum'at 25 Agustus 2017 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 25 18 1763138 ya-ampun-banjir-terburuk-di-asia-selatan-bunuh-lebih-dari-1-200-orang-y5tvMKnNuT.jpg Korban banjir di India. (Foto: Reuters)

DHAKA - Jumlah korban tewas akibat banjir yang melanda wilayah Asia Selatan khususnya India, Bangladesh dan Nepal terus meningkat. Korban meninggal dalam bencana banjir terburuk sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 1.200 orang.

Ketiga negara bertetangga tersebut biasanya dilanda banjir dalam periode waktu Juni sampai dengan September ketika musim hujan tiba. Badan Bantuan Internasional menyebut, meski banjir telah menjadi bencana langganan ketiga negara itu, musibah tahun ini merupakan yang paling buruk.

BACA JUGA: Banjir di India Surut, Jumlah Korban Melonjak Drastis Jadi 213 Orang

Banjir telah menyebabkan akses jalan di ribuan desa di ketiga negara terputus dan warga kehilangan sumber makanan serta air bersih. Pejabat pemerintah di Negara Bagian Bihar, India menyebut, sedikitnya 379 orang tewas akibat banjir dalam beberapa hari terakhir.

Banjir di Bihar juga mengakibatkan ribuan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka yang terendam dan hidup di penampungan.

"Sektor pertanian tahun ini ambruk akibat banjir dan tak lama lagi kita akan menyaksikan peningkatan angka pengangguran yang tajam," ujar seorang pejabat penanggulangan bencana di Ibu Kota Patna, Bihar, Anirudh Kumar sebagaimana dikutip dari Thomson Reuters Foundation, Jumat (25/8/2017).

BACA JUGA: Wah! Evakuasi Korban Banjir, Otoritas Nepal Kerahkan Puluhan Gajah

Sementara itu, di Negara Bagian Uttar Pradesh setidaknya 88 orang tewas akibat banjir yang menerjang wilayah dengan 220 juta penduduk itu. Pejabat Kementerian Dalam Negeri Federal India yang bertugas untuk mengawasi operasi penyelamatan dan distribusi bantuan, Rajan Kumar, menyebut, sedikitnya 850 orang dari total 6 negara bagian meninggal pada bulan lalu.

"Banjir gelombang kedua yang datang telah menyebabkan kerusakan yang luas. Kami harus segera memberikan bantuan rehabilitasi untuk membantu jutaan orang yang terkena dampak langsung," terang Kumar.

Beralih ke Nepal, banjir telah mengakibatkan setidaknya 150 orang terbunuh dan memporak-porandakan 90 ribu rumah warga. Banjir tahun ini di Nepal merupakan banjir terburuk dalam kurun waktu satu dekade.

BACA JUGA: Ya Ampun... Sibuk Selfie di Tengah Banjir, Dua Remaja Bangladesh Tewas Terseret Arus

Kemudian di Bangladesh, sedikitnya 134 orang tewas dan lebih dari 5,7 juta orang menjadi korban terdampak banjir setelah air menenggelamkan lebih dari sepertiga luas wilayah negara. Banjir sebagian besar merendam daratan rendah yang padat penduduk.

Lahan pertanian seluas 10.583 hektar dilaporkan rusak parah dan 600.587 hektar lainnya rusak sebagian. Kementerian Bencana Bangladesh menyatakan, jika bencana ini merupakan pukulan besar bagi negara yang sangat bergantung dari sektor pertanian itu. Bangladesh kehilangan sekira 1 juta ton beras akibat banjir pada April lalu.

"Saya tidak dapat menemukan satu pun hamparan tanah yang kering. Petani tidak memiliki apa-apa, bahkan air minum bersih sekali pun," tukas Kepala Federasi Palang Merah Internasional untuk Bangladesh, Matthew Marek yang telah melakukan pemantauan udara bersama timnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini