Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Inggris Dukung Opsi Militer dan Perang Siber untuk Menekan Korut

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Kamis, 31 Agustus 2017 |11:24 WIB
Inggris Dukung Opsi Militer dan Perang Siber untuk Menekan Korut
PM Inggris, Theresa May. (Foto: Hannah Mckay/PA)
A
A
A

TOKYO - Perdana Menteri Inggris, Theresa May mengecam uji coba rudal balistik Korea Utara (Korut) yang melintas di atas Jepang. Ia pun menolak untuk mengesampingkan penggunaan perang siber atau bahkan mengambil bagian dalam tindakan militer.

Mei tiba di Jepang pada hari Rabu (30/8/2017) pagi di tengah krisis yang meningkat mengenai peluncuran rudal terbaru Pyongyang. Ia akan melakukan diskusi dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe tentang apa yang bisa dilakukan.

(Baca juga: PM Australia: Jika AS Diserang Korut, Kami Datang Membantu!)

"Kami akan melipatgandakan usaha kami dengan mitra internasional kami untuk menekan Korut untuk menghentikan kegiatan ilegal ini," kata May seperti disitat dari Russia Today, Kamis (31/8/2017).

May pun mendesak China untuk campur tangan lebih giat dalam menahan ambisi rudal Korut. Menurutnya Beijing adalah kunci untuk meredakan ketegangan.

(Baca juga: AS Merespons Tembakan Korut dengan Latihan Menembak Jatuh Rudal Balistik, Ini Hasilnya...)

"China, menurut saya, mempunyai peran kunci untuk dimainkan dalam hal tekanan yang bisa dilakukannya," urai May.

"Saya telah mengatakan hal ini kepada Presiden Xi Jinping. Orang lain juga punya. Kami berpikir bahwa China memiliki peran untuk dimainkan dan kami akan mendorong China melakukan segala hal untuk menekan Korut guna menghentikan ini," sambungnya.

May pun menolak untuk mengesampingkan kemungkinan tindakan militer atau perang siber melawan negara nakal tersebut. Sumber dalam pemerintah Inggris bahkan meningkatkan kemungkinan bahwa perang siber mungkin sudah digunakan, dengan mengatakan: "Jika kita melakukan itu, tentu kita tidak akan memberi tahu Anda."

(Baca juga: Tegas! Trump: Berbicara dengan Korea Utara 'Bukanlah Jawabannya')

Pada hari Selasa, Pyongyang meluncurkan sebuah rudal yang terbang di atas Jepang sebelum mendarat di Pasifik. Aksi ini memicu sistem peringatan J-nasional, yang memberitahu penduduk Jepang untuk berlindung.

Abe menyebut peluncuran rudal itu sebagai ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya atas negaranya, sementara Dewan Keamanan (DK) PBB dengan suara bulat mengutuk Korut atas tindakannya tersebut. DK PBB tersebut menyebut peluncuran tersebut keterlaluan dan menuntut Korut menghentikan semua pengujian rudal.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement