Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengamat Menilai Orang yang Mudah Termakan Hoax karena tidak Cerdas Bermedia

Ahmad Sahroji , Jurnalis-Sabtu, 02 September 2017 |05:15 WIB
Pengamat Menilai Orang yang Mudah Termakan Hoax karena tidak Cerdas Bermedia
A
A
A

JAKARTA - Kasus penangkapan jaringan Saracen yang dilakukan kepolisian, berhasil membongkar adanya kelompok penyebar konten ujaran kebencian bernada suku, agama, dan antargolongan (SARA) di media sosial. Kelompok yang diketahui telah eksis sejak November 2015 ini memiliki sekitar 800 ribu akun di dunia maya.

Pengamat Komunikasi UIN Jakarta, Rachmat Baihaky menjelaskan, bahwa pekembangan teknologi komunikasi sejatinya tidak bisa dibendung. Untuk itu, pengguna media sosial dituntut tidak hanya mampu, tapi juga cerdas menggunakan teknologi.

"Banyak masyarakat yang termakan berita hoax, salah satunya karena ketidakcerdasan bermedia," ujar Baihaky kepada Okezone, Jumat (1/9/2017).

Selain itu, lanjut Baihaky, dibutuhkan peran pemerintah dalam meminimalisir peristiwa serupa terulang. "Peran pentingnya justru bukan sekadar melalui perangkat Undang-undang, tapi peran pentingnya bagaimana mencerdaskan masyarakat. Karena semakin masyarakat cerdas, maka secara otomatis semakin besar peluang mereka untuk memilah dan memilih, menyebar atau mengkonsumsi informasi." terangnya.

"Kalau yang diupayakan adalah perangkat hukum, nah seperti sekaraNg ini," tambahnya.

Diketahui, kelompok Saracen tersebar di berbagai daerah. Mereka yang terciduk adalah RK di Jakarta, RY (36) di Bukittinggi, LMFT (43) di Jakarta Utara, SRN (32) di Cianjur, dan JAS (32) di Pekanbaru.

Kelompok ini diduga mengeruk keuntungan dengan cara memprovokasi berita-berita bohong (hoax) yang diproduksi secara terus menerus sesuai pesanan. Mereka menyebarkan konten-konten yang mengandung ujaran kebencian dan bernuansa SARA.(fin)

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement