SEMARANG – Polisi secara resmi melarang semua aktivitas unjuk rasa yang akan digelar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Warga yang akan menggelar aksi empati atas tragedi kemanusiaan terhadap muslim Rohingnya, disarankan melakukannya di masjid-masjid terdekat.
"Kita sudah meminta semua kapolres dan bupati wali kota di tiap-tiap kabupaten kota pada Jumat nanti untuk melaksanakan kegiatan di masjid agung masing-masing," ujar Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono, usai rapat koordinasi dengan sejumlah pejabat Polri di Mapolda Jateng, Selasa (5/9/2017).
(Baca Juga: Cegah Aksi Massa, Ribuan Personel TNI dan Polri Jaga Candi Borobudur)
Dia menambahkan, dengan terselenggaranya kegiatan yang dipusatkan di masjid-masjid, warga tak perlu datang ke Candi Borobudur. Polisi juga akan melakukan pendekatan kepada kelompok-kelompok atau organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk membatalkan niatnya datang ke candi terbesar di dunia tersebut.
"Jadi sudah ada saluran-saluran itu, sehingga tidak perlu ke Borobudur. Komitmen itu sudah diperoleh Polda Jabar, Polda Jatim, Polda DIY kalau ada aksi-aksi massa akan dilakukan pendekatan-pendekatan dan terakhir tentunya adalah pencegatan agar tidak keluar (ke Borobudur)," tuturnya.
(Baca Juga: Ada Isu Aksi Solidaritas Rohingya di Borobudur, Polda Jateng Tetapkan Siaga 1 Mulai 7-9 September)
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.