Share

PBB Sahkan Sanksi Baru terhadap Korut, Apa Saja?

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Selasa 12 September 2017 07:38 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 12 18 1774001 pbb-sahkan-sanksi-baru-terhadap-korut-apa-saja-JQ2h7SmUIK.jpg PBB menjatuhkan sanksi baru terhadap Korut atas uji coba nuklir keenam pekan lalu (Foto: Reuters)

NEW YORK – Dewan Keamanan PBB resmi menjatuhkan sanksi baru terhadap Korea Utara (Korut). Sanksi tersebut merupakan konsekuensi dari uji coba nuklir keenam Pyongyang yang dilakukan pada Minggu 3 September.

BACA JUGA: Terungkap! AS Dorong PBB Berlakukan Embargo Minyak terhadap Korut

Sanksi resmi dijatuhkan setelah China dan Rusia turut memberikan kata setuju dalam pemungutan suara yang berlangsung di markas besar PBB, New York, Amerika Serikat (AS). Diwartakan BBC, Selasa (12/9/2017), pemungutan suara menghasilkan angka mutlak 15-0 untuk sanksi yang diusulkan AS itu.

Resolusi sanksi tersebut disepakati pada Senin 11 September setelah Washington mencabut sejumlah poin. AS sempat mengusulkan agar diberlakukan embargo minyak secara menyeluruh terhadap Korut dan pembekuan aset milik Kim Jong-un. Namun, dua poin usulan tersebut akhirnya dibatalkan.

Meski demikian, larangan impor di sektor minyak dan gas (migas) tetap dijatuhkan bagi Korut untuk beberapa komoditas. Melansir dari Sky News, resolusi baru tersebut melarang Pyongyang untuk mengimpor seluruh gas alam cair dan kondensat.

BACA JUGA: Astaga! Korut Klaim Lakukan Uji Coba Nuklir Keenam

Sementara itu impor minyak mentah hanya dibatasi pada batas yang biasa diimpor Korut dalam 12 bulan terakhir. Resolusi juga membatasi impor produk minyak sulingan menjadi 2 juta barel per tahun.

Dua poin lainnya juga tetap berlaku, yaitu untuk produk tekstil dan tenaga kerja. Resolusi melarang Korut untuk mengekspor produk tekstil mereka. Untuk sektor tenaga kerja, semua negara dilarang untuk menerbitkan izin kerja bagi pekerja berpaspor Korea Utara.

Duta Besar China untuk PBB, Liu Jieyi, mendesak Korut agar menyikapi dengan serius sanksi tersebut. ia juga meminta semua pihak yang terkait ketegangan di Semenanjung Korea untuk lebih berkepala dingin. Sebagaimana diketahui, China adalah mitra dagang utama sekaligus sekutu Korut di dunia internasional.

BACA JUGA: Dubes AS untuk PBB: Kim Jong-un Minta Perang 

Di sisi lain, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya mengatakan, adalah sebuah kesalahan besar untuk menganggap remeh inisiatif bersama yang diajukan Moskow dan Beijing. Keduanya mengusulkan penghentian sementara bagi kedua pihak. Korut diminta menghentikan program rudal balistik dan nuklir, sementara AS dan Korea Selatan (Korsel) diimbau untuk menghentikan latihan militer gabungan di kawasan.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini