Berteman 57 Tahun, Nepal Baru Buka Perwakilan Diplomatik di Indonesia, Kok Bisa?

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 13 September 2017 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 13 18 1775018 berteman-57-tahun-nepal-baru-buka-perwakilan-diplomatik-di-indonesia-kok-bisa-n8GSsokoTN.jpeg Konsul Kehormatan Nepal untuk Indonesia turut membuka Konsulat Kehormatan Nepal di Jakarta, 13 September 2017. (Foto: Dika/Okezone)

JAKARTA – Hubungan diplomatik antara Nepal dengan Indonesia sejatinya terjalin lebih dari setengah abad, tepatnya 57 tahun. Namun baru tahun ini Nepal meresmikan konsulat kehormatan di Jakarta. Padahal, selama ini, negara Asia Selatan itu memiliki Kedutaan Besar di Kuala Lumpur yang mengurus hubungan Nepal dengan tiga negara: Malaysia, Indonesia dan Filipina.

BACA JUGA: Tandai Hubungan Baik, Dubes Nepal Resmikan Konsulat Kehormatan di Jakarta

Meski hubungan diplomatik Nepal dengan Indonesia secara resmi terjalin pada 25 Desember 1960, hubungan antara kedua negara mulai dibangun dan dipererat sejak Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955. Nepal dan Indonesia juga bekerja sama dan menjadi negara pendiri organisasi Gerakan Non-Blok pada 1961 yang sampai hari ini menjadi prinsip kebijakan luar negeri kedua negara.

Menjawab pertanyaan tersebut, Duta Besar Nepal untuk Malaysia, Indonesia dan Filipina, Dr. Niranjan Man Singh Basnyat mengatakan dirinya setuju bahwa Nepal memang seharusnya membuka perwakilan diplomatik di Indonesia sejak lama. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang besar dan penting di ASEAN dan mitra yang penting bagi Kathmandu.

“Sebenarnya, saya merasa kami harus membuka konsulat kehormatan ini sejak lama. Karena kesempatan ekonomi dan pembangunan yang terjadi di Indonesia sangat pesat setiap tahunnya. Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan jumlah populasi terbesar di dunia. Banyak aktivitas ekonomi yang terjadi di sini,” kata Dubes Basnyat menjawab pertanyaan media dalam acara peresmian Konsulat Kehormatan Nepal di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Nepal sendiri baru saja mengalami perubahan besar dari bentuk negara kerajaan menjadi sebuah negara republik dan mengumumkan undang-undang baru dalam beberapa tahun terakhir. Seiring dengan kestabilan yang politik dan pertumbuhan ekonomi yang mulai tampak di Nepal, Dubes Basnyat melihat saat ini adalah waktu yang tepat untuk menjalin hubungan yang lebih erat lagi dengan Indonesia.

“Demokrasi baru dan iklim politik yang stabil menawarkan kesempatan untuk pengusaha dan investor. Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengundang Anda semua untuk datang ke Nepal sebagai investor, pengusaha atau sebagai turis,” ujar Basnyat saat berpidato di hadapan para tamu undangan.

Dubes Basnyat mengungkapkan, penunjukan Bally Saputra Datuk Janosati sebagai Konsul Kehormatan Nepal untuk Indonesia baru saja dilakukan pada Juli 2017, hanya beberapa bulan sebelum peresmian Konsulat Kehormatan di Jakarta. Bally Saputra yang dikenal sebagai pengusaha properti asal Sumatera Barat dinilai sebagai sosok yang tepat untuk menjembatani hubungan antara Nepal dengan Indonesia, baik secara bisnis maupun diplomatik.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini