Image

Sedih! 25 Siswa & Guru Tewas Terbakar di Malaysia, Tetangga Dengar Teriakan Minta Tolong

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Kamis, 14 September 2017 - 13:13 WIB
Kebakaran sebuah madrasah di Malaysia. (Foto: The Star) Kebakaran sebuah madrasah di Malaysia. (Foto: The Star)

KUALA LUMPUR - Sebuah sekolah agama Islam atau madrasah di Malaysia mengalami kebakaran hebat pada Kamis (14/9/2017). Dalam waktu kurang dari satu jam, 25 siswa dan guru tewas terpanggang.

Musibah ini terjadi di Kuala Lumpur. Para pejabat setempat mengatakan, insiden ini merupakan salah satu bencana kebakaran terburuk di Malaysia dalam beberapa tahun terakhir.

Api berkobar sebelum fajar di sebuah tahfiz—sebutan untuk madrasah—di jantung ibu kota Kuala Lumpur. Petugas pemadam kebakaran bergegas ke lokasi kejadian dan kobaran api bisa dipadamkan dalam waktu satu jam. Kendati demikian, kehancuran yang mengerikan telah terjadi.

Sejumah video dan foto yang dilansir media lokal menunjukkan, gedung madrasah tertutup api. Sejumlah siswa mencoba melarikan diri dari sekolah saat api berkobar. Sedangkan beberapa tetangga terdekat mengaku mendengar teriakan minta tolong.

”Anak-anak itu dengan putus asa berusaha membebaskan diri dari api,” kata Menteri Wilayah Federal Tengku Adnan Tengku Mansor dalam sebuah wawancara di televisi.

”Ada pemotong logam yang mencegah mereka keluar dari gedung yang terbakar,” imbuh  Kepala Polisi Kuala Lumpur Amar Singh.”Jasad-jasad itu terbakar total,” ujarnya, seperti dilansir The Star.

“Sayangnya hanya ada satu pintu masuk, jadi mereka tidak bisa lepas. Semua jasad ditemukan saling menyatu,” paparnya.

Media setempat melaporkan, orang-orang di sekitar lokasi kejadian telah terbangun untuk Salat Subuh. Mereka mendengar teriakan minta tolong dan melihat api menelan lantai atas bangunan, tempat anak-anak tidur di asrama.

Khirudin Drahman, Direktur Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kuala Lumpur mengatakan kepada AFP bahwa ini adalah salah satu tragedi kebakaran terburuk di negara tersebut dalam 20 tahun terakhir.

Menurutnya, para korban tewas adalah 23 siswa dan dua guru. Para siswa yang jadi korban adalah siswa laki-laki berusia antara 13 dan 17 tahun.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming