nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menara Eiffel Gelap demi Hormati Para Korban Penembakan Las Vegas

Emirald Julio, Jurnalis · Selasa 03 Oktober 2017 10:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 03 18 1787582 menara-eiffel-gelap-demi-hormati-para-korban-penembakan-las-vegas-W8lRPgkhTr.jpg Foto Menara Eiffel yang gelap untuk menghormati para korban penembakan di Las Vegas serta penusukan di Marseille (Foto: AFP)

PARIS – Pada Senin 2 Oktober 2017 waktu setempat, Menara Eiffel di Paris, Prancis, mendadak berada dalam kondisi gelap. Pemadaman lampu di tugu ikonik tersebut merupakan bentuk penghormatan untuk para korban penembakan di Las Vegas, Amerika Serikat.

Sebagaimana dikutip dari Times of Israel, Rabu (3/10/2017) setidaknya 59 orang kehilangan nyawanya dengan ratusan lainnya yang terluka akibat penembakan yang terjadi pada Minggu 1 Oktober 2017 waktu setempat. Tragedi ini diklaim sebagai penembakan massal paling mematikan yang pernah terjadi di sejarah modern Amerika Serikat.

BACA JUGA: Presiden Donald Trump Sampaikan Belasungkawanya untuk Korban Penembakan di Las Vegas

Sebelum terjadinya penembakan tersebut, insiden berdarah juga sempat menimpa Prancis. Seorang pria dilaporkan menusuk dua perempuan hingga tewas di stasiun kereta Kota Marseille.

Akibat dua insiden tersebut, lampu di Menara Eiffel pun dipadamkan. “Malam ini kami akan memadamkan Menara Eiffel dari tengah malam untuk menghormati para korban serangan di Marseille dan Las Vegas,” ujar Wali Kota Paris, Anne Hidalgo.

BACA JUGA: Penembakan di Las Vegas, Obama: Michelle dan Saya Berdoa untuk Para Korban

Pada tulisan itu, Hidalgo menambahkan tagar “We are United”. Lampu Menara Eiffel kerap dipadamkan untuk menunjukkan solidaritas terhadap serangan teror yang terjadi di sejumlah negara.

Wali Kota Las Vegas, Carolyn Goodman, juga angkat bicara terkait penembakan yang terjadi di wilayahnya. Kepada media Fox News, Goodman menyebut bahwa pelaku penembakan tersebut, Stephen Paddock, sebagai “orang yang menjijikkan”.

BACA JUGA: Korban Penembakan di Las Vegas Capai 59 Orang, Terbesar Sepanjang Sejarah AS

“Ini adalah saat yang tragis. Berani sekali manusia melakukan hal tersebut,” tegas Goodman.

Pada kesempatan itu, ia juga memuji para warganya yang mau mengantre hingga 6 jam demi menyumbangkan darah serta mengumpulkan lebih dari USD2 juta atau sekira Rp27 miliar untuk membantu para korban penembakan maut itu. “Ini menjadi ikatan yang luar biasa bagi kita semua untuk berkumpul,” tambah Wali Kota Las Vegas itu.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini