Selain itu, lanjut dia, kegiatan ini juga berdampak positif untuk mengontrol aktifitas berbagai kegiatan illegal, seperti illegal logging, illegal mining, trafficking, pelintas batas dan kriminalitas seperti kejahatan narkoba, yang kerap memanfaatkan celah yang ada di wilayah perbatasan kedua negara, serta berbagai dampak lain yang timbul di perbatasan.
Dia mengatakan, masalah kawasan perbatasan merupakan fenomena yang senantiasa menjadi fokus perhatian dari semua negara di dunia. Hal tersebut semakin mengemuka ketika dunia saat ini disibukkan oleh perdagangan global, fungsionalisasi hukum bagi penyelesaian sengketa, melemahnya ratifikasi hukum, meningkatnya intensitas konflik di daerah sebagai akibat berkurangnya sumber daya alam kawasan.
Menyikapi permasalahan tersebut, lanjut dia, setiap negara berupaya mengadakan kerjasama regional untuk menentukan batas-batas wilayah teritorialnya. Suatu pengkajian sosiokultural maupun historis dan yuridis telah dilakukan. Demikian juga kegiatan perundingan-perundingan untuk menetapkan perjanjian tapal batas bagi negara.
"Maka saya menekankan kepada setiap prajurit Yonif 123/RW yang bertugas di perbatasan agar senantiasa menjalin hubungan yang harmonis dengan prajurit Tentara Diraja Malaysia. Laksanakan tugas dengan dasar kehormatan agar kegiatan patroli ini senantiasa dapat dicapai sebagaimana mestinya. Laksanakan dengan sungguh-sungguh dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan baik personel maupun materiil," pintanya.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.