Image

Rusak Akibat Gempa, Rekonstruksi Jalan Sekitar Gunung Ile Lewatolok Lembata Butuh Rp5,8 Miliar

Adi Rianghepat, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 14:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 13 340 1794703 rusak-akibat-gempa-rekonstruksi-jalan-sekitar-gunung-ile-lewatolok-lembata-butuh-rp5-8-miliar-dMNo05MflO.jpg Gunung Ile Lewotolok, Lembata, NTT (capture video Youtube)

KUPANG - Pemerintah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan anggaran Rp5,8 miliar untuk merekonstruksi ruas jalan Lamagute-Waimatan sepanjang 2,3 kilometer yang rusak parah tertimbun material bebatuan Gunung Ile Lewotolok saat gempa bawah laut pekan lalu.

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday mengatakan, pentingnya merokonstruksi ruas jalan yang rusak itu untuk membuka kembali akses transportasi masyarakat untuk kepentingan peningkatan ekonomi masyarakat.

"Ruas jalan yang akan direkonstruksi itu adalah dari Lamagute menuju Waimatan sepanjang 2,3 kilomter yang rusak parah," katanya, kepada Okezone Jumat (13/10/2017).

Selain merekonstruksi ruas jalan itu, Pemerintah Kabupaten Lembata juga berencana akan menambah luasan lebar ruas jalan di utara daerah seputuaran Gungn Ile Lewotolok yang melintasi Mawa menuju Lamagute hingga ke Waimatan selebar 40 meter dengan kebutuhan anggaran Rp18 miliar lebih.

"Staf teknis Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lembata telah menghitungnya dan diharap akan ada bantuan dana tersebut untuk kepentingan pelaksanaan rekonstruksi jalan tersebut," katanya.

Dengan pelaksanaan pekerjaan ruas jalan itu, maka tentu akan kembali membuka kases transportasi masyarakat di daerah itu, terutama di titik seputaran gunung Ile Lewotolok. "Akses semakin terbuka maka tentu mendukung upaya mensejahterakan masyarakat daerah ini," kata Thomas.

Terhadap kondisi pengungsi di dua titik, masing-masing di bekas Rumah Jabatan Bupati Lembata, mulai berkurang. Hal sama juga terjadi di titik lokasi pengungsian Kantor Kecamatan Ile Api.

Berkurangnya para pengungsi di dua titik itu, karena hampir sebagian yang mengungsi telah diambil keluarga masing-masing untuk tinggal di rumah masing-masing. "Keluarga mereka menjemput dan tinggal bersama keluarga di sejumlah lokasi yang aman," katanya.

Tadinya di lokasi bekas Rumah Jabatan Bupati terdapat 700 orang lebih, saat ini tersisa 424 orang. Sebanyak 300 orang lebih sudah diambil keluarga masing-masing. Hal sama juga yang berada di Kantor Camat Ile Ape yang di awal berjumlah 500 orang lebih, saat ini tersisa 118 orang saja.

Selain ke tempat keluarga, ada juga warga pengungsi yang memilih tinggal di sejumlah daerah aman di tanjung wilayah itu. Ada sekitar empat titik lokasi menjadi daerah pilihan.

Memang belum diizinkan kembali ke kampung halaman masing-masing menyusul tidak lagi terjadi gempa susulan sejak Kamis 12 Oktober hingga Jumat 13 Oktober hari ini, namun sudah dapat dipastikan ada dua desa di wilayah sekiitar lereng Gunung Ile Lewotolok itu yang tidak bisa lagi didiami.

"Desa Lamagute dan Waimatan itu desa yang tidak bisa lagi ditinggal penduduk, pemerintah akan merelokasi penduduknya," katanya.

Kabupaten Lembata sejak sepekan kemarin hingga Rabu 11 Oktober terus diguncang gempa bawah laut. Bahkan gempa terakhir terjadi pada Rabu pagi dengan kekuatan 4,9 skala ricter magnitude. Gempa tersebut telah berdampak sejumlah rumah warga rusak dan sejumlah ruas jalan tertimbun bebatuan longsoran Gunung Ile Lewotolok yang saat ini sedang berada di level II atau waspada.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini