Berbagai tantangan itu pun ia lalui. Tak hanya berhasil menjawab pertanyaan anak-anaknya, Bagyo bahkan berhasil menularkan kasih sayangnya kepada banyak orang, hingga gerakan yang ia lakukan merambat, menarik lebih banyak pihak terlibat.
Lewat Perkes Wamas (Perawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat), Bagyo menjadi inovator dalam upaya pendampingan intensif ODGJ. Terobosan Bagyo itu pun masuk menjadi satu di antara 21 inovasi yang menjadi nominasi dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) tahun 2016.
Sebelumnya, pada tahun 2014, Bagyo telah menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan pada 2014 sebagai perawat peduli kesehatan jiwa. Selain itu, pada tahun 2013, Bagyo juga pernah diganjar oleh Satya Lencana Kebaktian Sosial.
Meski telah diganjar dengan berbagai penghargaan dan apresiasi publik, Bagyo belum puas. Ia menyatakan akan terus berjuang untuk melakukan pendampingan dan perawatan pada ODGJ. Bagyo mengungkapkan, segala langkah yang telah ia lakukan adalah bentuk pengabdian terhadap kemanusiaan. "Perlu kesabaran. Karena itu, kami meniatkan ini sebagai ibadah," tuturnya.
Membebaskan dari Pasung dan Memberdayakan Kembali ODGJ
Gunawan, bersama kembar Rohman dan Rohim duduk bersila di atas karpet biru yang mulai lusuh. Ketiganya tengah fokus memotong kain flanel berwarna-warni menjadi lembaran-lembaran memanjang. Kain-kain tersebut mereka lipat hingga membentuk bunga mawar. Didampingi seorang mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang dari Jurusan Keperawatan, ketiganya berhasil menciptakan sebuah kerajinan layak jual.
Gunawan, Rohman dan Rohim merupakan tiga ODGJ binaan Bengkel Artis, sebuah ruang yang disediakan oleh Bagyo bagi para ODGJ untuk mengembangkan diri mereka. Lewat berbagai kegiatan di Bengkel Artis, Bagyo memberikan kesempatan kepada para ODGJ untuk kembali hidup.
Suliati (58), mengaku lega melihat anak kandungnya, Gunawan telah mendapatkan tempat untuk mengembangkan dirinya. Menurut Suliati, perkembangan Gunawan selama berkegiatan di Bengkel Artis telah membuat anaknya kembali berdaya sebagai seorang manusia.