Alasan Arab Saudi Larang Swafoto di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Ahmad Sahroji, Okezone · Jum'at 24 November 2017 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 23 18 1819298 alasan-arab-saudi-larang-swafoto-di-masjidil-haram-dan-masjid-nabawi-Bk2rzc48hJ.jpg Ilustrasi (Foto: IST)

JAKARTA - Umat Islam seluruh dunia khususnya Indonesia, sudah terbiasa melakukan swafoto (foto selfie) saat mengunjungi Masjidilharam, Mekkah, maupun Masjid Nabawi, Madinah, baik saat musim haji terlebih saat melaksanakan ibadah umroh, atau sekadar kunjungan biasa.

Saat ini pemerintah Arab Saudi melarang keras jamaah untuk berfoto ria di dua masjid suci tersebut. Aturan baru ini tidak hanya berlaku bagi jamaah yang berfoto menggunakan ponsel cerdas, tapi juga bagi mereka yang mengambil gambar dengan kamera, perekam video, atau kamera televisi.

Pemerintah Arab Saudi menilai, kesucian dua masjid tersebut perlu dijaga mengingat keduanya merupakan tempat suci. Jika ditemukan adanya pelanggaran, aparat keamanan tidak akan segan mengambil tindakan tegas, dari menghapus film atau gambar di Masjidilharam dan Masjid Nabawi hingga menyita alat. Jamaah haji dan umrah diharapkan taat dan tunduk terhadap aturan baru yang berlaku ini.

“Pihak penanggung jawab urusan haji di negara masing-masing diimbau memberikan pemahaman kepada para calon jamaah agar tidak melakukan perbuatan yang vulgar atau bersenda gurau ketika melaksanakan ibadah dan pentingnya menghargai perasaan orang lain di dua masjid tersebut,” ujar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arab Saudi dalam nota diplomatiknya bernomor 270 tersebut.

Selain ditujukan ke pemerintah Indonesia, pemberitahuan resmi terbaru dari Saudi tersebut telah disampaikan ke negara-negara pengirim jamaah dari seluruh dunia. Tiap tahunnya ada sekitar 3 jutajamaah yang ke Saudi untuk berhaji. Dalam surat berkop Kemlu Arab Saudi tertanggal 15 November 2017 itu, juga dinyatakan bahwa larangan ini diberlakukan karena makin tak terkendalinya jamaah haji yang melakukan selfie ataupun berfoto bersama (wefie) di masjid suci.

Aktivitas itu dikhawatirkan akan mengganggu kekhusyuk an jamaah lain yang sedang me nunaikan ibadah fardhu atau sunah. Saudi meminta para penanggung jawab urusan haji di negara-negara asal jamaah untuk secepatnya memberikan penyuluhan kepada calon jamaah haji yang akan berangkat pada 2018.

Petugas dari otoritas berwenang Saudi meng aku sudah mencoba me negur mereka langsung. Namun, jamaah justru mengelak dan banyak berdalih. “Sebagian dari mereka beralasan pemotret an ini untuk kenangkenang an atau tidak tahu ada instruksi mengenai larangan pengambilan gambar,” ungkap Kemlu Arab Saudi.

Kementerian Agama (Kemenag) selaku penyelenggara ibadah haji dan umrah Indonesia mengaku sudah menerima nota diplomatik terbaru dari Saudi tersebut. Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki mengatakan pihaknya sudah mengecek kebenaran kebijakan terbaru dari Saudi ini lewat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh.

Mastuki menilai isi atur an ini bukanlah hal yang baru, sebab pada waktu sebelum nya pemerintah Saudi su dah melarangjamaahuntukme lakukan kegiatan berfoto atau meng a mbil video saat di sela ber ibadah. “Larangan itu sudah lama diterapkan dan ini (semacam) memperkuat kem bali,” ujar dia, seperti dilansir Koran Sindo, beberapa hari lalu.

(ydp)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini