Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Keris Peninggalan Zaman Majapahit Ditawarkan Rp750 Juta di Acara Pameran

Agregasi Solopos , Jurnalis-Rabu, 29 November 2017 |06:15 WIB
Keris Peninggalan Zaman Majapahit Ditawarkan Rp750 Juta di Acara Pameran
ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

SOLO - Ruangan lantai I Galeri Seni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Mojosongo, Solo itu cukup luas. Pada Senin (27/11/2017) siang, ruangan tersebut tampak lengang. Hanya ada sejumlah orang, lelaki dan perempuan, di dalam ruang tersebut.

Mereka mengamati benda-benda yang ditempatkan di dalam wadah kotak kayu berbentuk persegi panjang tertutup kaca. Kotak kayu itu jumlahnya puluhan dan ditata berderet memenuhi ruangan. Sebagian benda berupa keris dan benda tradisional ditempatkan pada beberapa almari kayu.

Bilah keris dengan beragam bentuk itu diletakkan di luar warangkonya sehingga orang bisa melihat dengan jelas modelnya. Tidak hanya di lantai I, keris dan benda tradisional itu dipajang pula di lantai II gedung tersebut. Di ruangan lantai II gedung tempat penyelenggaraan pameran keris dan benda tradisional dalam rangkaian Festival Keris yang berlangsung 25-28 November 2017 itu kondisinya juga lengang.

“Hari ini memang agak sepi jumlah pengunjung, tapi pada Sabtu-Minggu (25-26 November 2017) pengunjung ramai mencapai ratusan orang,” kata salah seorang penjaga pameran, Heri Fajar Nugroho, sebagaimana disitat dari laman Solopos.com.

Menurut dia, 1.044 keris dan benda tradisional yang dipamerkan di festival tersebut. Benda-benda itu dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Ikut dipamerkan pula sekitar 50 keris karya mahasiswa Program Studi Keris dan Senjata Tradisional FSRD ISI.

Melalui pameran ini, imbuh Heri, diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat tentang keris bukan semata-mata benda klenik. “Keris adalah karya seni dan kebudayaan bukan klenik,” jelas mahasiswa semester VII Prodi Keris dan Senjata Tradisional FSRD ISI ini.

Sementara itu, salah seorang pengunjung pameran, Indra mengaku meluangkan waktu untuk melihat secara langsung beragam jenis keris di Indonesia. “Sayangnya keris yang dipamerkan tidak dilengkapi data spesifikasi seperti dapur dan pamor keris serta tahun pembuatannya,” keluh warga Pasar Kliwon ini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement