MALANG - Nasib malang menimpa Ita Diana (41), warga Kelurahan Temas, Kota Batu, akibat terlilit utang, ia terpaksa kehilangan satu ginjalnya dengan iming - iming akan mendapatkan ganti uang. Namun, usai mendonorkan ginjalnya yang bersangkutan belum mendapatkan uang yang dijanjikan.
Saat bertemu dengan anggota DPR RI dari Partai Gerindra Moreno Soeprapto, dan Ketua DPD Partai Perindo Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly, korban menangis dan menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya.
"Saya ketakutan karena dikejar penagih utang hingga akhirnya mendonorkan ginjalnya pada 25 Februari 2017. Namun setelah itu mendapatkan masalah serius," ujarnya dengan isak tangis, Rabu malam (20/12 /2017).
Ia menceritakan awal mula mendonorkan ginjalnya, dimana saat menjenguk temannya yang sakit dan dirawat di rumah sakit, sambil bercerita mengenai permasalahan utang yang menimpanya.
"Ada seorang dokter rumah sakit yang menawarkan penyelesaian masalah keuangan dengan cara mencarikan orang yang membutuhkan pendonor ginjal. Dan nanti akan dibeli katanya," jelasnya kembali.
Setelah beberapa kali berkomunikasi, disepakati pembayaran jasa donor ginjal sebesar Rp350 juta, sesuai nominal hutang yang melilit Ita.
Akhirnya, ginjal tersebut didonorkan ke salah satu warga Kota Malang bernama Erwin warga Jl Kaliurang Kota Malang.
Naasnya, usai melakukan operasi donor ginjal oleh tim dokter di RSUD Syaiful Anwar dan sembuh, sang pendonor ingkar janji. Dokter yang menawarkan Ita donor ginjal pun tak mau bertanggung jawab.
Pada prosesnya pun tak ada perjanjian hitam di atas putih, bukti yang dimilikinya hanya bekas sayatan pisau operasi di pinggang kirinya dan rekaman percakapan whatsapp.
Ita sempat berulang kali mondar-mandir tiga kali menagih janji ke penerima ginjalnya. Namun ia justru mendapatkan intimidasi dari pihak penerima ginjal dan oknum dokter.
Anggota DPR RI, Moreno Soeprapto, mengatakan apa yang dialami Ita merupakan suatu kejahatan kemanusiaan. Dimana ia meminta kepolisian menindaklanjuti adanya dugaan pelanggaran prosedural oleh pihak rumah sakit.
Di sisi lain, pihak RSUD Syaiful Anwar melalui Kasubbag Humasnya, Dini, menegaskan bila sejak awal ditemukan indikasi jual beli ginjal, pihaknya akan membatalkan operasi.
"Saat ini kami sedang membahasnya secara internal dengan jajaran direksi beserta tim dokter yang menangani operasi transplantasi ginjal," jelasnya.
Sayangnya, ia tidak dapat memastikan kapan hasil audit internal akan disampaikan ke awak media. Pihaknya hanya mengungkapkan memerlukan beberapa hari.
“Ya kalau itu hasilnya akan kami beritahukan. Tapi pastinya kapan, kami belum tahu. Menunggu hasil audit internal. Itukan prosesnya harus satu persatu kami lihat lagi,” tambahnya.
(Mufrod)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.