TANGERANG – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut akan terus melakukan pendampingan terhadap puluhan korban kekerasan seksual yang dilakukan guru honorer Wawan Sutiono alias Babeh (49), Jumat (5/1/2018).
Komisioner KPAI, Putu Elvina mengatakan, pihaknya telah melakukan wawancara dengan beberapa anak. Hasilnya, tak sedikit anak yang mengalami gangguan psikologis akibat aksi bejat yang telah berulang kali dilakukan pelaku.
"Dari hasil wawancara dengan anak ada sekitar 20-an anak yang ditemui. Memang banyak tergambar ada rasa takut kebanyakan. Bahkan, ada beberapa yang masih mengalami rasa nyeri di bagian tubuhnya setelah disodomi oleh pelaku," ujar Putu.
Untuk itu, KPAI akan fokus pada pemulihan pascakejadian yang sangat dikhawatirkan dapat berdampak pada masa depan anak-anak.
"Fungsi KPAI sendiri pada pengawasan, kami akan mendampingi para korban dalam trauma healing bersama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang," tuturnya.
Dengan adanya kejadian tersebut, Putu berharap dapat dijadikan pembelajaran kepada seluruh masyarakat. Itu karena anak hanya menjadi korban yang tidak mengerti apa-apa.
"Yang paling penting dari peristiwa ini, mereka enggak tahu apa-apa. Mereka ditipu dan dibohongi. Ini menjadi pembelajaran dalam upaya pendidikan di tingkat masyarakat, terutama orang tua untuk memberikan pemahaman kepada anaknya," katanya.