JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang sebagian besar wilayah Kolombia bagian barat, pada Senin. Sedikitnya 111 orang tewas dan 87 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Layanan Geologi Kolombia menyebut gempa itu sebagai gempa dengan magnitudo tertinggi yang tercatat di negara tersebut dalam satu dekade terakhir.
Guncangan menyebabkan puluhan bangunan runtuh di sejumlah kota. Sejumlah warga dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan, sementara masyarakat lainnya terpaksa mengungsi dari rumah mereka, bahkan hingga ke ibu kota Bogota.
Presiden Kolombia yang baru dilantik, Abelardo de la Espriella, menetapkan keadaan darurat untuk mempercepat pendanaan bagi proses pemulihan pascagempa. Dia juga berencana mengunjungi wilayah yang terdampak bencana.
“Kami tidak akan meninggalkan orang-orang sendirian. Mereka ada di hati kami dan kami akan merawat mereka dengan tekad penuh,” kata Abelardo dilansir dari Aljazeera, Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan dinas geologi Kolombia, pusat gempa berada di dekat kotamadya San Jose del Palmar, wilayah Choco, sekitar 400 kilometer sebelah barat Bogota.