Diskon Nutella Picu Kekacauan di Seluruh Prancis

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Sabtu 27 Januari 2018 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 27 18 1851058 diskon-nutella-picu-kekacauan-di-seluruh-prancis-a1d0ccyy7n.jpg Sekira 365 juta kilo Nutella dikonsumsi oleh penduduk di 160 negara di dunia (Foto: BBC)

PARIS โ€“ Kebijakan pemotongan harga (diskon) untuk produk selai cokelat bermerk Nutella memicu terjadinya kekacauan hampir di seluruh pasar swalayan di Prancis. Sebab, potongan harga yang diberikan mencapai 70% sehingga warga berebut selai cokelat tersebut.

Jaringan pasar swalayan Intermarche menawarkan potongan harga hingga 70% untuk setiap satu toples selai cokelat Nutella. Produk tersebut dijual dengan harga 1,40 Euro (setara Rp23 ribu) dari harga normal 4,50 Euro (setara Rp74 ribu). Polisi terpaksa dikerahkan untuk mengendalikan situasi.

โ€œMereka berperilaku seperti binatang. Seorang perempuan rambutnya ditarik, seorang lansia (lanjut usia) mengambil satu kotak penuh dan ditaruh di kepala, sementara seorang pembeli tangannya berlumuran darah,โ€ ujar seorang pelanggan, mengutip dari BBC, Sabtu (27/1/2018).

Seorang pegawai Intermarche di Prancis tengah mengaku, para staf berusaha untuk menengahi keributan di antara pembeli. Akan tetapi, para pembeli itu ternyata lebih beringas sehingga pegawai pasar swalayan tidak berkutik.

Situasi serupa dilaporkan terjadi di seluruh Prancis. Beberapa orang menyebut peristiwa tersebut sebagai sebuah kekacauan. Demi menghindari hal yang tidak diinginkan, sebuah pasar swalayan di dekat Toulouse mengambil kebijakan satu orang satu toples selai cokelat Nutella.

Selai cokelat Nutella memang dikenal lezat. Tidak heran, sekira 365 juta kilo selai cokelat tersebut dikonsumsi setiap tahunnya di 160 negara di dunia.

Nutella diproduksi pertama kali oleh keluarga Ferrero di region Piedmont, Italia, pada 1940. Produk unggulan Nutella adalah selai cokelat hazelnut yang sangat lezat. Pihak Nutella mengaku menyesal atas kekerasan yang terjadi di Prancis, sembari menyatakan bahwa kebijakan pemotongan harga itu sepenuhnya milik Intermarche.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini