Image

JK Anggap Rentetan Penyerangan ke Pemuka Agama Tak Berkaitan dengan Politik

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 17:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 13 337 1859046 jk-anggap-rentetan-penyerangan-ke-pemuka-agama-tak-berkaitan-dengan-politik-Og1mvsXXCO.jpg Wapres JK.

JAKARTA -  Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menilai, maraknya serangan terhadap pemuka agama dan umat beragama belakangan tak ada kaitannya dengan aktivitas politik tertentu.

"Saya kira tidak. Siapa sih yang ingin berpolitik dengan membuat perpecahan? Biar polisi meneliti, menyelidiki apa yang terjadi di situ," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2018).

Beberapa hari lalu, Gereja Santa Lidwina Bedog, Yogyakarta diserang oleh pemuda pada saat peribadatan tengah berlangsung. Pelaku bersenjata tajam itu melukai beberapa jemaat, pastor dan seorang polisi.

Sebelumnya juga terjadi tindak kekerasan terhadap dua ulama di Jawa Barat. Salah seorang di antaranya bahkan meninggal dunia. Peristiwa penganiayan terhadap dua ulama yang ada di Jawa Barat menyedot perhatian publik. Apalagi, pelakunya disebut mengalami gangguan jiwa.

(Baca juga: Potret Buram Insiden Penyerangan Tokoh Agama dan Tempat Ibadah Wajib Jadi Perhatian Pemerintah)

"Ini lebih kepada orang yang sakit. Yang satu, lain lagi jiwanya bagaimana. Kalau yang membunuh ustadz di daerah itu kan sakit jiwa. Yang di Yogya kita tidak tahu kenapa itu, jalan sendiri kan. Ngamuk-ngamuk itu," tutur Kalla.

JK berujar, semua pihak, termasuk pemuka agama harus lebih berhati-hati, khususnya dalam menyampaikan ajaran agamanya setelah adanya rentetan kasus kekerasan ini. "Ya semua harus berhati-hati," pungkasnya. (qlh)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini