NAYPYITAW - Parlemen Myanmar pada Rabu memilih sekutu dekat pemimpin de facto Aung San Suu Kyi sebagai presiden baru negara indochina itu. Langkah itu dianggap tidak akan mempengaruhi keseimbangan kekuasaan di sebuah negara di mana militer tetap memiliki peran politik yang besar.
BACA JUGA: Presiden Myanmar Htin Kyaw Mundur dari Jabatannya
Win Myint, yang mengundurkan diri dari posisinya sebagai ketua majelis rendah Myanmar sepekan lalu, dipilih oleh dua majelis parlemen di mana partai pimpinan Suu Kyi, Partai Nasional Liga untuk Demokrasi (NLD) berkuasa dengan kursi mayoritas.
Presiden sebelumnya Htin Kyaw, yang juga dekat dengan Suu Kyi, menyatakan pensiun dari jabatannya untuk beristirahat. Dia terlihat kehilangan berat badan dalam beberapa pekan sebelum menyatakan mundur dan dikhawatirkan memiliki masalah kesehatan.
Pengamat dan anggota parlemen mengatakan, pemilihan Win Myint (66 tahun) yang merupakan anggota NLD seumur hidup, menunjukkan kelanjutan dominasi Suu Kyi atas pemegang jabatan eksekutif dan sedikit perubahan pada arah yang diambil oleh pemerintahannya yang hampir berusia dua tahun.
Win Myint memenangi pemilihan dengan 403 suara dari 636 yang diberikan oleh anggota parlemen. Ketua parlemen tidak mengatakan kapan Win Myint akan dilantik, meskipun kabarnya pelantikan akan dilakukan pada Kamis.
“Tidak akan ada perubahan kebijakan. Kebijakan akan berlanjut seperti sebelumnya di bawah mantan presiden, ” kata Anggota Parlemen dari NLD, Kyaw Tote sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (28/3/2018).
Berdasarkan undang-undang Myanmar, presiden adalah kepala negara dan kepala pemerintahan yang memiliki kekuasaan dengan jangkauan yang lebih luas. Namun, peran presiden sebelumnya, Htin Kyaw lebih bersifat seremonial karena Suu Kyi telah menjadi pemimpin de facto Myanmar sejak April 2016.
Peran Win Myint sebagai presiden baru diperkirakan tidak akan berubah dari pendahulunya.
Win Myint adalah anggota dari lingkaran dalam orang-orang kepercayaan Aung San Suu Kyi. Dia berasal dari kelompok etnis Bamar yang merupakan mayoritas di Myanmar.
BACA JUGA: Terpilih Jadi Presiden Myanmar, Htin Kyaw: Ini Kemenangan Suu Kyi
Mantan hakim pengadilan tinggi Myanmar itu ikut ambil bagian dalam pemberontakan terhadap Diktator Gen Ne Win pada 1998 dan sempat ditahan di dalam penjara oleh junta militer. Setelah pemilihan umum 2015, dia memperoleh kursi parlemen di Kota Yangon Tarmwe, yang semakin memperkuat posisinya dalam kepemimpinan partai NLD yang berkuasa.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.