"Hari ini saya terima e-mail penerimaan pegawai, salah satu Kasatgas saya, saya minta kembali menjadi penyidik di KPK. Dan dia adalah penyidik yang baik. Termasuk penerimaan beliau, dan di dalam KPK dikembangkan seolah-olah ini seperti kuda troya," papar Aris dengan nada tegas.
Tak nyaman dengan stigma tersebut, Aris menyebut kemudian membalas e-mail tersebut dengan menyatakan dirinya sebagai 'kuda troya bagi oknum yang sok suci di KPK'.
"Dan saya balas e-mail itu. Saya katakan bahwa saya adalah kuda troya bagi oknum-oknum yang manfaatkan kesucian KPK untuk kepentingan pribadi," geram Aris.
Aris menyadari pernyataan tersebut berisiko inggi terhadap dirinya, tetap diungkapkannya karena kekecewaan mendalam. "Anda bisa cek, ini ucapan saya bisa berisiko hukum bagi saya," kata Aris.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.