KTT Liga Arab ke-29 Prioritaskan Masalah Palestina

ant, Jurnalis · Senin 16 April 2018 00:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 15 18 1886929 ktt-liga-arab-ke-29-prioritaskan-masalah-palestina-IePMvdWoWN.jpg Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al Jubeir, saat memimpin pertemuan para menteri luar negeri di KTT Liga Arab di Riyadh (Foto: Giuseppe Cacace/AFP)

RIYADH - Isu Palestina menjadi sorotan utama dalam KTT Liga Arab ke-29 yang berlangsung Minggu 15 April. Agenda tersebut diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al Jubeir dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri pada Kamis 12 April. 

Jubeir juga menyayangkan pengumuman Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel serta memindahkan Kedutaan Besar ke kota suci tiga agama tersebut. Ia juga menekankan bahwa terorisme harus ditangani dengan tegas dan sumber pendanaannya harus dikeringkan. 

Ia menekankan bahwa tidak akan ada stabilitas di kawasan selama Iran melanjutkan intervensi di kawasan itu, dengan menghasut perselisihan sektarian dan mendukung milisi Houthi, selain menampung para pemimpin Al-Qaeda.

"Iran dan terorisme adalah dua sisi mata uang yang sama di kawasan itu," kata Jubeir, dinukil dari Saudi Gazette, Senin (16/4/2018). Ia menekankan bahwa milisi Houthi bertanggung jawab penuh atas krisis di Yaman.

Merujuk pada pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengatakan bahwa krisis serius di kawasan itu memfasilitasi campur tangan asing.

Ia mencatat bahwa kemenangan atas ISIS harus dikonsolidasikan dengan menyerukan rekonstruksi daerah yang terkena dampak. Gheit juga mengutuk campur tangan Iran di Bahrain dan negara-negara Arab lainnya.

"Ada konsensus Arab tentang kesatuan wilayah Suriah," katanya, sambil menunjukkan bahwa solusi politik adalah cara terbaik untuk menyelesaikan krisis dan juga menekankan perlu mempertahankan proses Jenewa guna mencapai solusi politik terhadap krisis.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini