Image

Arab Saudi Sumbang Dana Rp2,7 Triliun untuk Palestina

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 16 April 2018 15:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 16 18 1887162 arab-saudi-sumbang-dana-rp2-7-triliun-untuk-palestina-Tn0Xz6XEmT.jpg Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud (Foto: Bandar al Jaloud/AFP)

DHAHRAN – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al Saud, mengumumkan sumbangan sebesar USD200 juta (setara Rp2,7 triliun) kepada Palestina dalam KTT Liga Arab ke-29 yang berlangsung di Dhahran. Dana tersebut akan digunakan untuk biaya pemeliharaan situs suci umat Islam di Yerusalem serta program keagamaan lainnya.

Raja Salman juga berjanji menyumbang dana sebesar USD50 juta (setara Rp688 miliar) kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Sebagai informasi, badan yang menangani bantuan bagi sedikitnya 3 juta orang itu mengalami kekurangan dana karena Amerika Serikat (AS) memangkas sumbangannya.

“Saya menamakan KTT di Dhahran ini sebagai KTT Yerusalem sehingga seluruh dunia tahu bahwa Palestina dan masyarakat Palestina selalu ada di hati negara-negara Arab,” ujar Raja Salman bin Abdulaziz al Saud, mengutip dari Middle East Monitor, Senin (16/4/2018).

BACA JUGA: KTT Liga Arab ke-29 Prioritaskan Masalah Palestina

Pria berusia 82 tahun itu sekali lagi mengecam keputusan AS untuk mengakui bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel. Mewakili Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman menekankan pentingnya menetapkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina merdeka.

Sebagaimana diketahui, Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel dan memerintahkan pemindahan Kedutaan Besar dari Tel Aviv ke kota suci tersebut. Keputusan itu memicu kemarahan dari warga Palestina dan seluruh dunia, khususnya umat Islam.

BACA JUGA: Arab Saudi Kecam Pengakuan AS soal Yerusalem Ibu Kota Israel

BACA JUGA: AS Resmi Potong Rp866 Miliar dari Dana Bantuan Pengungsi Palestina 

Kerajaan Arab Saudi pada Desember 2017 mengaku sedih dengan keputusan sepihak pemerintah AS tersebut. Riyadh mengingatkan akan ada konsekuensi serius atas keputusan pengakuan sekaligus pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem.

Arab Saudi menilai tindakan Negeri Paman Sam tersebut tidak adil serta sebuah kemunduran besar dalam upaya mempercepat proses perdamaian antara Israel dengan Palestina. Status Yerusalem disarankan agar tetap diputuskan secara bersama oleh Israel dan Palestina di atas meja perundingan.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini