Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ratusan Pengendara Terjaring Operasi Patuh, Polisi Siapkan Angkutan Gratis

Kuntadi , Jurnalis-Jum'at, 27 April 2018 |11:04 WIB
 Ratusan Pengendara Terjaring Operasi Patuh, Polisi Siapkan Angkutan Gratis
Operasi Patuh Progo 2018 di Kulonprogo (foto: Ist)
A
A
A

KULONPROGO - Polres Kulonprogo menggelar Operasi Patuh Progo 2018. Hasilnya ratusan orang terjaring razia tersebut, sejumlah sepeda motor pun diamankan sebagai barang bukti.

Untuk membantu pengendara, khususnya siswa yang akan berangkat sekolah, polisi telah menyiapkan angkutan dengan kendaraan dinas.

“Saya juga ikut mengantar siswa ke sekolah yang motornya diamankan,” jelas AKP Maryanto, Kasatlantas Polres Kulonprogo disela memimpin razia di pos polisi Karangnongko, Wates, Kulonprogo, Jumat (27/4/2018).

Dalam razia ini, petugas menjaring 114 pelanggaran. Mula dari tindak memiliki atau SIM mati, tidak membawa STNK dan alat kelengkapan yang lain. Bahkan ada tiga sepeda motor terpaksa diamankan lantaran pengendara tidak mampu menunjukkan surat-surat kendaraan.

Menurut Maryanto, tidak semua pelanggaran lalulintas langsung ditilang. Khususnya untuk pelangaran tidak kasatmata. Namun untuk pelanggaran berat tetap akan ditindak tegas dengan ditilang untuk disidangkan.

Polisi, juga tidak hanya menindak setiap pelanggaran. Bagi pelajar yang terjaring rasia disediakan angkutan oleh polisi. Baik menggunakan mobil dinas maupun dinas.

“Kita fasilitasi pelanggar dengan angkutan dari kita agar tetap bisa berangkat sekolah,” tegasnya.

 Razia Polisi

Operasi patuh, kata dia, merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan ketertiban dalam berlalulintas. Semua pengendara wajib mentatati peraturan dan rambu-rambu berlalulintas. Setiap pelanggaran rawan menyebabkan kecelakaan yang bisa mengakibatkan kematian.

Salah seorang pengendara yang terjairng razia, Putri Andini, mengaku belum memiliki SIM dan tidak membawa STNK. Dia Nekat melanggar karena terpaksa harus naik motor untuk pergi ke sekolah. Sebab tidak ada angkutan dan tidak ada yang bisa mengantar jemput.

“SIM belum punya, STNK tidak bawa,”ujarnya. Beruntung dia diantarkan polisi ke sekolah.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement