Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Proyek Tol Becakayu Dilanjutkan, Jalan Kalimalang Bekasi Akan Diberlakukan Satu Arah

Djamhari , Jurnalis-Jum'at, 04 Mei 2018 |23:54 WIB
Proyek Tol Becakayu Dilanjutkan, Jalan Kalimalang Bekasi Akan Diberlakukan Satu Arah
Tol Becakayu (Foto: Antara)
A
A
A

BEKASI- Lalu Lintas di ruas jalan Raya Arteri Kalimalang atau Jalan KH. Noer Alie yang selama ini menjadi jalan penghubung, antara Kota Bekasi dan Ibu Kota DKI Jakarta bakal diberlakukan sistem satu arah, imbas proyek lanjutan Tol Becakayu hingga Jalan A Yani.

Adapun sistem rekayasa lalulintas Kalimalang ini akan diberlakukan di ruas jalan arah Kota Bekasi menuju Jakarta sepanjang 2,6 KM, atau mulai dari Grand Kemala Lagoon-Caman, terhitung mulai 15 Mei 2018 nanti hingga Juni 2019.

Penyesuaian Tarif Tol Becakayu Setelah Pengoperasiannya Diresmikan

(Baca Juga: Pascainsiden Becakayu, Proyek Tol Jakarta-Cikampek Dihentikan untuk Dikaji Ulang)

Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan mengatakan, rekayasa ini dilakukan guna menyesuaikan konstruksi pengerjaan tol Becakayu oleh pelaksana proyek, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM).

Menurutnya, ada dua pengerjaan konstruksi yang dilakukan pelaksana proyek dalam waktu dekat ini yakni, pembangunan pier tol di dekat ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), Jakasampurna sepanjang 500 meter, dan pengecekan utilitas (tes pit) atau pengecekan kabel-kabel di bawah tanah di ruas jalan depan Kampus Gunadarma sampai Perumahan BSK.

Terkait pelaksanaan itu, kata Johan, pihaknya telah menyiapkan tiga penerapan manajemen rekayasa lalu lintas di tiga titik yakni, Jembatan Caman - Jembatan Enam (kolong Tol Jorr) arah Kota Bekasi, Jembatan Caman-Perumahan Galaxy, dan Perumahan Galaxy-Grand Kamala Lagoon.

"Jadi nantinya, semua kendaraan yang datang dari arah Kota Bekasi (timur) ke DKI Jakarta (barat), akan dialihkan ke sisi selatan Jalan Kalimalang yang saat ini sudah bisa dilintasi. Sedangkan, untuk dari arah Jakarta kendaraan tidak bisa melewati kolong jembatan Tol Jorr melainkan, harus berputar ke ke kiri jalan sisi tol sebelum akhirnya kembali ke Jalan KH. Noer Alie," jelas Johan.

Johan mengakui, rekayasa lalu lintas di Jembatan Caman-Jembatan Enam dinilai cukup kompleks, setelah nantinya jalan sepanjang 500 meter di kolong tol JORR ditutup untuk pembangunan pier tol atau pendalaman aspal jalan di kolong tol yang kini, hanya 3,8 meter.

(Baca Juga: Penyebab Sering Macet Parah Meski Tol Becakayu Sudah Beroperasi)

"Pengerjaan ini Waskita Karya yang melakukannya, tanpa menggunakan biaya dari pemerintah daerah. Dan rencananya, pendalaman lapisan aspal di kolong tol ini akan membuat lebih tinggi satu meter dari sebelumnya, atau menjadi 4,8 meter," ungkap Johan.

Terakhir Johan menambahkan, mengenai pemberlakuan rekayasa lalu lintas di ruas jalan arteri Kalimalang ini kemungkinan bakal permanen kedepannya yakni, untuk kendaraan yang datang dari arah Jakarta ke Bekasi tetap menggunakan Jalan KH Noer Alie sedangkan, sebaliknya akan melintasi sisi selatan Kalimalang," tandas Johan.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement