nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengamanan Khusus di Sidang Aman Abdurrahman, 200 Personel Diterjunkan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 09:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 18 338 1899722 pengamanan-khusus-di-sidang-aman-abdurrahman-200-personel-diterjunkan-v6F5Xn9t9i.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan khusus pada sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa dalang aksi teror bom Thamrin Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini Jumat (18/5/2018).

"Ada (pengamanan khusus di sidang tuntutan Aman Abdurahman)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi Okezone.

Sidang Aman Abdurahman kembali menjadi sorotan menyusul adanya kericuhan antara petugas kepolisian dengan narapidana kasus teroris di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob pada Selasa 8 Mei 2018 lalu.

Kericuhan yang disertai penyanderaan polisi itu berlangsung selama kurang lebih 36 jam lamanya. Dalam proses itu, para narapidana kasus teroris di Mako Brimob sempat mengeluarkan tuntutan kepada aparat. Salah satunya adalah ingin bertemu dengan Aman Abdurahman, yang merupakan pimpinan para narapidana.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono (Foto: Okezone)

Peran Aman sebagai petinggi kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD) juga diseret-seret dalam aksi bom bunuh diri yang terjadi pada tiga Gereja di Surabaya dan halaman depan Mapolrestabes Surabaya. Rangkaian aksi teror itu belakangan diketahui didalangi oleh sel-sel kelompok JAD.

Bahkan, disinyalir kuat seluruh rangkaian aksi terorisme yang terjadi sepekan belakangan terakhir ini, karena aksi balas dendam lantaran petinggi JAD itu ditangkap polisi.

Terkait sidang tuntutan ini, Ketua Presidium Indonesian Police Wacth (IPW) Neta S Pane sebelumnya, mengimbau kepada jajaran kepolisian perlu mendeteksi dini dan mengantisipasi keamanan dalam sidang tuntutan Aman.

Menurut Argo, dalam pengamanan khusus di sidang tuntutan ini, Polda Metro Jaya mengerahkan setidaknya 200 personel kepolisian untuk membantu mengamankan jalannya proses meja hijau.

"200-an personel (dikerahkan untuk amankan sidang tuntutan Aman Abdurahman)," ucap Argo.

Aman Abdurahman sendiri tercatat memiliki beberapa catatan daftar hitam pada sepak terjangnya dalam aksi teror di Indonesia. Diantaranya, Aman pernah ditangkap di Tangerang pada 2010 karena terlibat pelatihan militer di Aceh. Bahkan jauh sebelumnya, Aman juga ditangkap pada tahun 2003 terkait kepemilikan bom Cimanggis dan dibebaskan pada 2008.

 Bom Thamrin (Foto: Okezone)

Ia juga berbaiat kepada Abu Bakar Al-Baghdadi, pemimpin kelompok Islamic State in Irak and Syria (ISIS). Aman sendiri merupakan petinggi dari kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD).

Dalam kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman didakwa menggerakan orang lain dan merencanakan sejumlah teror di Indonesia termasuk Bom Thamrin 2016. Aman dinilai telah menyebarkan paham yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan objek-objek vital.

Aman sendiri disangka melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Selain itu, Aman juga disangka dengan Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini