nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cagub Kalbar Karolin Siap Maksimalkan Potensi Perbatasan

ant, Jurnalis · Rabu 13 Juni 2018 21:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 13 340 1910097 cagub-kalbar-karolin-siap-maksimalkan-potensi-perbatasan-WfhX65qpF4.jpg Karolin Margaret Natasa (foto: Ade Putra/Okezone)

PONTIANAK - Calon Gubernur Kalimantan Barat Karolin Margret Natasa memiliki keinginan untuk memaksimalkan potensi perbatasan darat dan laut guna mempercepa pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

"Program pembangunan perbatasan ini harus terus dilanjutkan, makanya, saat dipercayakan masyarakat untuk memimpin provinsi ini, saya akan memaksimalkan potensi yang ada di perbatasan, tidak hanya di darat, tetapi juga di laut," kata Karolin di Sintang, Rabu (13/6/2018).

Karolin menjelaskan proses pembangunan di daerah perbatasan bukan hanya dilakukan untuk wilayah darat, tetapi juga di wilayah laut. Menurutnya, masalah kawasan perbatasan merupakan isu yang penting di berbagai negara tidak terkecuali di Indonesia dan Kalbar khususnya.

Pembangunan Perbatasan & Pedalaman Kalbar, Fokus Utama Cagub-cawagub Karolin-Gidot

"Kawasan perbatasan antarnegara, baik di darat maupun di laut memiliki peran sangat penting dan strategis karena selain merupakan batas kedaulatan, juga merupakan wilayah yang mencerminkan halaman depan suatu negara," tuturnya.

Secara geografis, lanjutnya, posisi Negara Kesatuan Republik Indonesia diapit oleh dua benua, mempunyai batas wilayah internasional dengan 10 negara tetangga. Di darat Republik Indonesia berbatasan dengan 3 (tiga) negara yaitu Malaysia, Papua New Guinea, Republik Demokratik Timor Leste.

"Termasuk di Kalbar, kita berbatasan langsung dengan Malaysia dan dekat sekali dengan Brunei Darusalam. Untuk perbatasan laut, meski Natuna merupakan provinsi Riau, namun, posisinya yang dekat dengan Kalimantan Barat, dimana Natuna ini juga berbatasan langsung dengan Singapura, jelas memiliki potensi yang juga harus dikembangkan ke depan," paparnya.

Sementara itu, Lembaga Survei Cirus Surveiors Grup (CSG) memaparkan rilis survei terbarunya mengenai hasil persepsi publik terhadap cagub dan cawagub Kalbar pasca debat kandidat tahap dua, di mana elektabilitas pasangan Karolin-Gidot unggul dibanding pasangan Midji-Norsan.

"Debat publik Calon Gubenur dan Wakil Gubenur Kalbar merupakan salah satu momentum penting dalam proses Pilkada Kalbar. Debat tersebut jelas mempengaruhi persepsi publik terhadap calon pemimpin Kalbar yang akan di pilihnya nanti," kata Direktur Cirus Surveiors (CSG), Kadek Dwita Apriani, saat menyampaikan hasil survei pihaknya kepada sejumlah Media Kalbar di Pontianak.

Dia menjelaskan, efek debat kandidat terhadap persepsi publik mengenai Cagub dan Cawagub dapat diukur melalui sebuah studi kuantitatif (survei). Untuk itu Cirus Surveiors Group melaksanakan survei persepsi publik pasca debat calon gubenur dan wakil gubenur Kalimantan Barat.

"Survei ini diselenggarakan pada akhir bulan Mei 2017 dengan menggunakan metode Multi Stage Random Sampling. Jumlah sampel pada survei ini sebanyak 1000 responden yang tersebar secara proporsional di 14 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Barat," tuturnya.

Untuk tingkat margin of error (MOE) dalam survei ini sebesar 3,2 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Menurutnya, terdapat beberapa temuan menarik dalam survei ini.

Pertama, pengetahuan publik mengenai Pilkada Kalbar 2018, dimana sebanyak 86 persen pemilih telah mengetahui bahwa pemungutan suara akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018. "Kedua, pemilih Kalbar yang menyaksikan debat kandidal sebanyak 22,2 persen," katanya.

Dari pemilih yang menonton debat, 66 persen di antaranya mengaku dapat memahami isi debat tersebut. Survei ini juga mengukur efek debat cagub dan cawagub terhadap penilaian publik alas kemampuan kandidat dalam berbagai aspek.

"Pasangan Karolin Gidot diketahui memperoleh penilaian yang lebih positif dari penonton debat kandidat, dibandingkan paslon lainnya.

Pembangunan Perbatasan & Pedalaman Kalbar, Fokus Utama  Cagub-cawagub Karolin-Gidot

Temuan berikutnya terkait angka popularitas dan elektabilitas kandidat sebulan menjelang hari pemilihan," kata Kadek Dwita.

Elektabilitas Karolin-Gidot dalam survei ini sebesar 45,3 persen. Selisih elektabilitasnya di kisaran 2,3 persen dengan Midji Norsan yang memiliki angka elektabilitas 43 persen. Sedangkan jumlah pemilih yang memilih Milton Boyman sebanyak 6,13 persen.

Namun masih terdapat 4.9 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya dan akan menjadi salah satu penentu pada kontestasi ini. Selain ilu, terdapat 10 persen pemilih yang masih mungkin mengubah pilihannya karena alasan program kandidat lain yang lebih menarik.

"Oleh sebab itu, debat publik terakhir akan menjadi sangat panting bagi cagub dan cawagub guna meyakinkan pemilih mengenai programnya," ungkapnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini