120 Negara PBB Kecam Tindakan Brutal Israel terhadap warga Gaza

Inews, Jurnalis · Kamis 14 Juni 2018 11:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 14 18 1910340 120-negara-pbb-kecam-tindakan-brutal-israel-terhadap-warga-gaza-4uMVEy5qO4.jpg Konflik di Gaza, Palestina. (Foto: AFP)

NEW YORK – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya mengadopsi resolusi yang mengecam tindakan brutal Israel atas warga Gaza, Palestina. Penembakan oleh tentara Israel terhadap demonstran 'Great March to Return' yang digelar di perbatasan Gaza-Israel sejak 30 Maret sudah menewaskan 129 orang sampai saat ini.

Sebanyak 120 negara anggota mendukung resolusi yang drafnya disusun oleh pihak Arab. Selain itu, banyak negara juga menolak seruan Amerika Serikat yang menyalahkan Hamas terkait kekerasan di Gaza.

Dalam resolusi tersebut dijelaskan, menyesalkan Israel atas penggunaan kekuatan berlebihan, tidak proporsional, dan tidak pandang bulu terhadap warga sipil Palestina. Kemudian resolusi juga menyerukan langkah-langkah perlindungan bagi warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang kini diduduki Israel.

Draf yang dibuat oleh Ajjazair, Turki, atas nama negara Arab dan negara Muslim didukung oleh 120 negara dari 193 anggota Majelis Umum. Selain itu, delapan negara menentang dan 45 abstein.

Sedangkan draf AS yang berisi kecaman untuk Hamas didukung 62 negara melawan 58 yang menentang. Sebanyak 42 negara lain memilih abstein.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menolak resolusi itu dan menuduh negara-negara Arab mencoba untuk meraih poin politik serta berusaha mengutuk Israel di PBB.

"Bagi sebagian orang, menyerang Israel adalah olahraga politik favorit mereka. Itulah mengapa kami ada di sini hari ini," kata Haley kepada majelis.

Negara-negara Arab mendukung langkah untuk mengajukan draf ini ke Majelis Umum pada 13 Juni setelah AS menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan untuk memblokir resolusi yang diusulkan pada 1 Juni itu. AS juga mengajukan draft yang isinya mengecam Hamas terkait kekerasan di Gaza.

Berbeda dengan resolusi yang dihasilkan di Dewan Keamanan, resolusi yang diadopsi oleh Majelis Umum tidak mengikat dan tidak bisa diveto.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini