Perlu Sinergitas Semua Pihak Jadikan KEK Mandalika Destinasi Wisata Dunia

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 07:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 10 1 1920495 perlu-sinergitas-semua-pihak-jadikan-kek-mandalika-destinasi-wisata-dunia-aEoG7QdPIQ.jpg Foto: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

JAKARTA – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), siap menjadi destinasi wisata unggulan kelas dunia. Saat ini keterpaduan untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok sudah terjalin dengan baik, namun perlu lebih ditingkatkan lagi.

Letaknya yang strategis yaitu berjarak 30 menit dari Bandara Internasional Lombok dan terbentang dari Pantai Kuta, Pantai Seger, hingga Pantai Tanjung Aan menjadikan kawasan wisata ini potensial mendatangkan banyak wisatawan.

Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hadi Sucahyono mengajak semua pihak, yakni unit organisasi (unor) di lingkungan Kementerian PUPR dan juga kementerian/lembaga lain untuk terus meningkatkan keterpaduan.

Lebih lanjut Hadi mengatakan, saat ini BPIW sedang menyiapkan Integrated Tourism Masterplan (ITMP) untuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika. Kawasan tersebut mendapat dukungan dari Bank Dunia. Selain Mandalika, Bank Dunia juga memberi bantuan untuk pengembangan KSPN Borobudur (Jawa Tengah) dan Danau Toba (Sumatera Utara).

Keterpaduan semua pihak dalam mendukung pengembangan pariwisata, terutama di tiga KSPN tersebut akan diramu dalam ITMP dalam mewujudkan pembangunan dengan basis perencanaan yang terpadu.

Dia mencontohkan bentuk keterpaduan itu ketika Kementerian Perhubungan membangun dermaga kapal, maka Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Daerah membangun pusat kerajinan dan atraksi budaya serta penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) sektor pariwisata. Sedangkan Kementerian PUPR menurut Hadi membangun infrastruktur pendukung termasuk hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang bermukim di sekitar lokasi KEK dan permukiman nelayan. Program lain yang disiapkan seperti jalan akses, drainase, pembangunan Tempat Pembuangan (TPA) Sampah, dan air bersih utk masyarakat.

Hadi menyatakan tugas BPIW adalah membuat program yang berdampak positif bagi MBR, seperti perumahan untuk nelayan maupun pekerja yang bekerja pada beberapa proyek pembangunan di kawasan wisata tersebut. Untuk penataan permukiman nelayan dapat menjadi daya tarik wisata khas daerah.

“Kementerian PUPR dapat mendukung melalui program rumah susun atau rusun untuk pekerja,” saat melakukan peninjauan ke KEK Mandalika bersama Direktur ITDC, A.A. Ngurah Wirawan, beberapa waktu lalu.

“Namun perlu ketersediaan lahan oleh Pemerintah Daerah dan ITDC. Saat ini yang paling penting itu pembangunan atau revitalisasi kampung nelayan, itu tugas kita,” sambung Hadi.

Selain itu yang perlu dukungan dari Kementerian PUPR adalah perbaikan drainase maupun revitalisasi kali di kawasan tersebut.

Masukan-masukan dari pihak ITDC selaku pengelola KEK Mandalika, menurut Hadi akan ditindak lanjuti dengan pertemuan dengan beberapa unit organisasi (unor) di lingkungan Kementerian PUPR. Tujuannya agar masukan-masukan berupa revitalisasi kampung nelayan dan normalisasi sungai, dapat dimasukan dalam program infrastruktur Kementerian PUPR melalui Konsultasi Regional (Konreg) yang akan datang.

Dalam kesempatan itu, Hadi dan stafnya melakukan kunjungan ke kantor ITDC untuk menggali informasi mengenai seberapa jauh progres yang telah dicapai BUMN tersebut, masalah yang dihadapi, dan harapannya terkait koordinasi dengan Kementerian PUPR.

“Seperti masalah sampah. ITDC mengelola sampah sampai TPS atau Tempat Pembuangan Sementara. Sedangkan untuk Tempat Pembuangan Akhir atau TPA bisa didukung Kementerian PUPR bersama Pemerintah Daerah yang perlu menyediakan lahannya,” ungkap Hadi.

Sementara itu, Direktur ITDC, A.A. Ngurah Wirawan menyatakan instansinya perlu melakukan koordinasi dengan semua pihak, termasuk Kementerian PUPR. Sehingga pengembangan KEK Mandalika lebih optimal.

Untuk itu ia menyatakan dalam waktu dekat ITDC berencana melakukan pertemuan dengan beberapa instansi terkait seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR untuk membicarakan hal-hal teknis terkait pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini