nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerindra Harapkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Segera Dirampungkan

Bayu Septianto, Jurnalis · Senin 23 Juli 2018 21:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 23 337 1926311 gerindra-harapkan-ruu-penghapusan-kekerasan-seksual-segera-dirampungkan-c9MUUiSCMh.jpg ilustrasi.

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berharap pembahasan Rancangan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU Penghapusan KS) segera diselesaikan dan disahkan menjadi undang-undang.

Menurut Sara, panggilan akrabnya, menilai agenda politik di tahun 2018-2019 bukan penghalang anggota Panitia Kerja (Panja) RUU Penghapusan KS melakukan pembahasan internal maupun dengan pemerintah.

Menurut Sara, pengesahan RUU ini perlu dikejar. Pasalnya kekerasan terhadap perempuan terus meningkat setiap tahunnya. Komnas Perempuan, lanjut Sara mencatat terdapat 259.150 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani sepanjang tahun 2016.

Sementara itu, lanjut Sara berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2011-2016 menunjukan angka kekerasan terhadap anak untuk kasus pornografi dan cyber crime 1.593 kasus. Sementara untuk trafficking dan eksploitasi berjumlah 1.254 kasus.

"RUU ini harus segera ditetapkan, kondisinya sudah darurat, dan penanganan tindak pidana kekerasan seksual saat ini sangat membutuhkan aturan ini dari segi perlindungan korban," ucap Sara di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/7/2018).

Sara mengakui sejumlah pro kontra muncul dalam Panja saat pembahasan RUU Penghapusan KS. Mulai dari persoalan definisi kekerasan seksual sampai padatnya jadwal kerja anggota Komisi VIII antara lain kunjungan kerja komisi seperti pengawasan Haji. Tak hanya itu saja, padatnya agenda politik di tahun 2018-2019 turut mempengaruhi kinerja pembahasan RUU Penghapusan KS.

Ilustrasi (Shutterstock)

Meski begitu, Sara memastikan fraksinya, Fraksi Partai Gerindra konsisten mengawal dan memperjuangkan finalisasi pembahasan RUU Penghapusan KS ini. Bahkan, menurut Sara fraksinya sudah memfasilitasi diskusi dan pembahasan sampai ke Daftar Inventaris Masalah (DIM) dengan para perumus RUU dan aktivis perlindungan korban kekerasan seksual.

"Kita perjuangkan semua klausul, prioritas utama adalah perlindungan korban dari segala segi hukum acara, bahkan dari saat pelaporan. Dan tentunya perjuangan untuk pemulihan korban dan keluarga korban," tuturnya.

Keponakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto itu mengakui masih optimistis dan percaya bahwa setiap fraksi yang ada di DPR memiliki komitmen yang sama dalam perlindungan terhadap korban kekerasan seksual.

"Saya juga berharap dukungan masyarakat agar terus mengingatkan dan mendorong DPR agar dapat segera mengesahkan RUU ini," harapnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini