Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PSI: Soal Utang, Negara Maju Iri dengan Indonesia

Antara , Jurnalis-Rabu, 22 Agustus 2018 |21:50 WIB
PSI: Soal Utang, Negara Maju Iri dengan Indonesia
PSI (Foto: PSI.id)
A
A
A

JAKARTA - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo menilai banyak negara maju ternyata iri dengan Indonesia meski tengah diributkan soal utang dan perekonomian.

Rizal, usai lawatan ke Rusia, Spanyol, Italia, Belgia, Prancis, dan Belanda menyatakan, setelah bertemu dan berbincang-bincang dengan banyak pejabat, pengusaha di Rusia dan Eropa hampir sebulan ini, ternyata mereka banyak menyimpan rasa iri dalam pengertian positif dengan Indonesia.

"Salah satunya, soal utang dan kemampuan ekonomi kita," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (22/8/2018).

 Ilustrasi

Dalam kunjungannya, Jubir PSI bersama sejumlah pengusaha muda asal Indonesia bertemu dengan sejumlah duta desar (dubes) bersama sejumlah pengusaha muda (Hipmi) masing-masing Dubes untuk Rusia Wahid Supriyadi, Dubes untuk Prancis Hotmangaraja Panjaitan, dan Dubes untuk Belanda HE I Gusti Agung Wesaka Puja.

Selain itu, Rizal juga bertukar pikiran soal perang dagang dengan tiga atase perdagangan Indonesia dan pejabat Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Eropa, yakni Atase Perdagangan untuk Italia Sumber Sinabutar, Atase Perdagangan di Barcelona Deden Muhammad Fajar Shiddiq, dan Atase Perdagangan untuk Prancis di Paris, Megawati.

 Ilustrasi

Rizal mengatakan, salah satu rasa iri itu karena tidak semua negara maju atau Eropa bisa masuk G20, seperti Indonesia. Meski ukuran ekonominya besar, rasio utang Indonesia atas Produk Domestik Bruto (PDB) terbilang sangat kecil.

Rasio utang pemerintah terhadap PDB tercatat hanya 29,74 persen, sedangkan sejumlah negara maju dan Eropa, rasio utangnya sudah melampaui PDB-nya sendiri atau di atas 100 persen.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement